Puluhan Korban Banjir PGP Masih Bertahan di Posko BNPB

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Puluhan korban banjir di wilayah Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih bertahan di posko pengungsian gudang milik BNPB di wilayah setempat.

Mereka mengaku enggan kembali ke rumah, karena kondisi masih tergenang lumpur dan air. Meski sepuluh hari lebih bencana banjir melanda wilayah setempat, tapi hingga kini penanganan lumpur dan sisa banjir yang mempora-porandakan sebagian pemukiman warga setempat masih terus dirapikan.

“Rumah saya pagarnya copot plafon dari lantai satu dan dua ambrol, semua perabotan rumah tangga habis. Sekarang masih tahap perapian oleh anak-anak saya. Sementara saya masih di sini saja (penampungan),” kata Mami, demikian biasa dia disapa kepada Cendana News, ditemui di lokasi penampungan BNPB, Minggu (12/1/2020).

Mami adalah warga RW, kompleks PGP. Lokasi pemukiman terdampak sangat parah karena berbatasan langsung dengan tanggul kali Bekasi.

Semua barang dalam rumahnya tidak bisa diselamatkan karena saat banjir di lantai dua air sampai seleher orang dewasa. Dia bersama tetangga di lingkungan RT 03 masih ada belasan yang bertahan.

“Kami ada 15 orang masih di pengungsian ini, semuanya dari lingkungan RT03 Jalan Sunan Muria. Penanganan lumpur di tempat kami masih belum selesai,” ujarnya.

Mereka juga mengaku was-was karena sudah diberi informasi pengungsian dua hari lagi akan ditutup dan seluruh pengungsi harus meninggalkan lokasi tersebut. Hal lainnya mereka berharap ada bantuan untuk kerugian material atas bencana banjir yang melanda pemukiman.

Puluhan warga kompleks PGP tersebut bertahan di Posko Penampungan BNPB sejak dua hari pasca banjir melanda wilayahnya. Kalau pagi mereka kembali ke rumah hanya untuk membersihkan sisa lumpur dan membuang peralatan rumah tangga yang tidak bisa lagi digunakan setelah banjir.

Sementara petugas dari BPBD Kota Bekasi, Abdul Ahas, menyampaikan bahwa jumlah pengungsi yang masih bertahan di Posko BNPB totalnya berjumlah 47 jiwa. Jumlah tersebut setiap hari terus berkurang.

“Sekarang sesuai data ada 47 jiwa khusus warga PGP yang masih bertahan di penampungan. Kemarin ada 63 jiwa. Setiap hari terus berkurang, warga yang rumahnya sudah bisa ditinggali, pulang,” ungkap Ahas.

Dia juga mengatakan bahwa bantuan logistik juga sudah terus berkurang yang datang dari berbagai pihak. Namun dia menyebutkan untuk stok masih mencukupi.

Hamparan pakaian layak pakai bantuan dermawan bagi warga terdampak banjir. Terlihat warga masih memilah pakaian untuk dibawa pulang, Minggu (12/1/2020) – Foto: Muhammad Amin

Pantauan di lokasi penampungan sisa logistik bantuan dermawan masih ada terutama untuk air mineral. Begitu pun pakaian layak pakai cukup banyak dan dihamparkan di gudang BNPB.

Lihat juga...