Potensi Jalan Terimbas Banjir, ASDP Imbau Pengguna Jasa
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Curah hujan berintensitas tinggi di wilayah Provinsi Lampung berimbas banjir, tanah longsor.
Mengantisipasi perjalanan terganggu akibat banjir di titik Jalan Lintas Barat (Jalinbar) PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Lampung telah memberi imbauan kepada penumpang kapal.
Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni menyebut kendaraan ekspedisi dan penumpang diimbau saat ada di kapal.

Imbauan bagi penumpang menurutnya dilakukan usai sejumlah wilayah terkena banjir dan longsor. Sebab sebelumnya pada Jumat (10/1) akses Jalinbar di Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesisir Barat terhambat.
Air hujan berimbas luapan sungai di Pekon Way Kerap Kecamatan Semaka berimbas tiang listrik roboh. Pada tanjakan Sedayu sejumlah material pohon menutupi jalan.
Informasi mengenai sejumlah potensi hambatan perjalanan bagi penumpang, kendaraan bus, truk disampaikan di kapal rute Merak-Bakauheni.
Pilihan menuju ke provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu menurutnya diberi alternatif menuju Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera dan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
“Bentuk pelayanan bagi pengguna jasa oleh ASDP dilakukan dengan membei imbauan rute alternatif terutama malam hari, sebab sejumlah akses jalan bisa dipilih agar perjalanan tidak terhambat oleh gangguan bencana alam yang berpotensi terjadi,” ungkap Hasan Lessy saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu malam (11/1/2020).
Hasan Lessy menyebut kepada sejumlah operator kapal ia telah berkoordinasi. Sebab informasi kondisi cuaca serta kejadian bencana alam banjir, longsor di wilayah Lampung berpotensi menghambat perjalanan.
Meski demikian pengguna jasa bisa melakukan pengecekan melalui informasi resmi di Badan SAR Nasional Lampung dan juga memantau informasi kondisi cuaca melalui laman resmi BMKG.
Pengumuman bagi penumpang kapal asal pulau Jawa tujuan Sumatera disebutnya akan membantu penumpang. Sebab sejumlah penumpang bisa memiliki rute aman, nyaman dan lebih cepat mencapai tujuan.
Meski sejumlah lokasi banjir dan longsor sudah ditangani namun kewaspadaan tetap harus dilakukan. Bagi sejumlah pemilik kendaraan ekspedisi informasi lokasi rawan bencana sangat penting untuk kelancaran.
Dampak sejumlah hambatan akibat banjir, longsor, sejumlah kendaraan ekspedisi disebutnya tiba terlambat di pelabuhan Bakauheni. Meski demikian sejumlah kendaraan ekspedisi yang menggunakan akses jalan tol bisa tiba dengan cepat.
Selain kondisi cuaca di darat, dalam beberapa hari terakhir ia menyebut cuaca perairan kerap berubah. Informasi resmi dari BMKG bisa menjadi acuan pengguna jasa dan nahkoda.
“Nahkoda kapal yang melintas di rute Bakauheni-Merak harus terus memantau kondisi cuaca perairan dan mengutamakan keselamatan,” beber Hasan Lessy.
Informasi terkait kondisi lalu lintas diakui Hasan Lessy telah dikoordinasikan dengan unsur kepolisian. Sebab sejumlah pengaturan atau rekayasa lalu lintas bisa dilakukan untuk menghindari pengendara melintas melalui akses jalan yang terkena banjir dan longsor.
Papan imbauan akan dipasang pada pintu keluar pelabuhan Bakauheni rute aman dan menghindari daerah rawan bencana penghambat perjalanan.
Joni, sopir ekspedisi asal Bengkulu menyebut normalnya ia tiba di Bakauheni pada Sabtu pagi. Namun karena ia harus berjalan pelan akibat ruas jalan lintas barat rawan longsor ia baru tiba di Bakauheni pada Sabtu malam.

Meski memiliki kesempatan menggunakan jalan lintas tengah, rute yang harus ditempuh lebih jauh. Setibanya di pelabuhan Bakauheni ia memilih menggunakan kapal eksekutif karena memiliki waktu tempuh hanya satu jam tiba di Merak.
“Barang ekspedisi harus tiba di Jakarta Sabtu namun terhambat hingga Minggu dan baru bisa bongkar muatan pada hari Senin,” ungkap Joni.
Joni menyebut dengan adanya aplikasi dan pemanfaatan grup WhatsApp ia bisa berkomunikasi dengan rekan pengemudi. Informasi rute yang aman dari potensi longsor, banjir selama musim penghujan kerap disampaikan melalui grup.
Selain memberi informasi kondisi akses jalan ia juga rutin berbagi informasi terkait kondisi cuaca selama pengangkutan barang ekspedisi.