Indahnya Pulau Koja Doi dari Ketinggian Bukit
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Ramainya wisatawan yang berkunjung ke desa Koja Doi di pulau Koja Doi dan pulau Besar, membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Monianse membangun jalur treking ke pulau Besar yang berada persis di sebelah selatan pulau Koja Doi.
Pembangunan jalur treking ini dilakukan, agar wisatawan bisa melihat keindahan pulau Koja Doi dan kawasan gugus pulau di Teluk Maumere dari ketinggian, sebab pemandangannya sangat indah.
“Memang pemandangannya sangat indah bila dilihat dari puncak bukit di pulau Besar. Pulau Koja Doi dan jembatan batunya terlihat seperti janin bayi,” kata Fifin Aryansah, Sekertaris Pokdarwis Monianse, desa Koja Doi, kecamatan Alok Timur, kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/1/2020).
Dikatakan Fifin, ada beberapa wisatawan yang tertarik sehingga pihaknya membuat beberapa jalur disesuaikan dengan kemampuan wisatawan dalam berjalan dan mendaki bukit.

Dia menjelaskan, ada lokasi yang berada di bukit di bagian atas kebun warga yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pulau Koja Doi, dan ada yang berada di puncak bukit di pulau Besar sejauh sekitar 2 kilometer.
“Kalau dari puncak bukit pemandangannya lebih bagus, namun kita sesuaikan dengan keinginan wisatawan. Untuk sampai ke puncak bukit paling lama butuh waktu dua jam bagi pemula,” ungkapnya.
Jalur treking, terang Fifin, melintas jembatan batu yang menghubungkan pulau Koja Doi dan pulau Besar baru melintas perkampungan dan kebun warga hingga menuju ke puncak bukit.
Perjalanannya paling bagus dilakukan saat subuh sekitar pukul 04.00 WITA, sehingga saat tiba di puncak bisa menikmati sunrise dari ketinggian, sekaligus menikmati suasana pagi dikelilingi hutan.
“Kami juga sementara berniat untuk membangun tempat untuk camping atau berkemah di puncak bukit, di mana sedang dibuat juga wisata untuk melihat rusa yang ada di pulau Besar,” terangnya.
Yosef Harsono, salah seorang wisatawan yang bekerja di kota Maumere, mengaku tertarik dengan keelokan pulau Koja Doi dan air lautnya yang masih jernih dan bersih serta keunikan jembatan batunya.
Yosef mengaku tidak kuat mendaki bukit dan hanya tiba di dekat kebun warga, dan mengabadikan keindahan jembatan batu dan pulau Koja Doi, namun masih terhalang dengan pepohonan.
“Maunya mendaki ke atas puncak bukit, tapi bangun kesiangan sehingga tidak bisa mendaki hingga ke puncak bukit. Nanti kalau datang lagi baru saya coba treking ke puncak bukit,” ujarnya.