Sarasehan Rakyat Didik Warga Beting, Maju

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sebuah sarasehan digelar di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, guna membangkitkan semangat sekaligus mendidik warganya untuk tidak mengeluhkan kekurangan yang ada. Sebaliknya, menjadikan kekurangan itu sebagai kelebihan.

“Sarasehan Rakyat untuk mengembalikan Kampung Beting menjadi kampung dolar lagi, mengajak masyarakatnya tidak mengeluh dengan kekurangan yang ada di Kampung Beting, tetapi kekurangan itu akan menjadi kelebihan untuk warga,” ujar Ketua Panitia Sarasehan Rakyat, Sapto Yuli Isminarti, kepada Cendana News, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, sangat bisa diajak untuk maju. Namun, banyak dukungan bantuan selama ini terhenti di tengah jalan, tidak sampai tuntas hingga membuat warga setempat terpuruk dan kecewa.

“Akhirnya saya ingin mengadakan Sarasehan Rakyat di Kampung Beting, agar warganya kembali punya semangat bisa memberdayakan SDM yang ada di situ, tidak lagi menjadi objek. Di situ banyak bantuan terhenti di tengah jalan dan tidak masuk ke Kampung Beting,” tandasnya.

Agustina Erni, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, yang hadir dalam Sarasehan Rakyat di Kampung Beting, Muaragembong, Bekasi, Jawa Barat,Kamis (19/12/2019). –Foto: M Amin

Dia sengaja mendatangkan langsung banyak pejabat dari kementerian untuk masuk ke Kampung Beting yang berlokasi di ujung utara Kabupaten Bekasi. Dia berharap, dengan adanya acara itu pemerintah pusat melihat langsung potensi dari SDM dan SDA.

Banyak keluhan masyarakat setempat tidak terakomodir seperti masalah abrasi, infrastruktur jalan dan tidak ada upaya sama sekali dari pemerintah daerah memperbaikinya.

Diharapkan, Sarasehan Rakyat, bisa memberi dampak positif bagi kemajuan Kampung Beting. Ke depan akan ada koperasi khusus Kampung Beting, nantinya bisa dicontoh seluruh desa Pantai Bahagia.

Agustina Erni, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, yang hadir dalam sarasehan tersebut, mengaku sedih melihat kondisi jalan dan infarstruktur di Kecamatan Muaragembong dan Desa Pantai Bahagia.

“Saya sedih melihat daerah ini yang tidak seberapa jauh dari Jakarta, tetapi jalan dan infrastruktur sangat jelek sekali, PPPA selalu mengadvokasi Provinsi/Kabupaten/Kota, akan melaksanakan program harus melihat dulu permasalahan masyarakatnya “, katanya.

Dia meminta Dinas PPA Kabupaten Bekasi menindaklanjuti dinas PU, karena PPA sudah mengadvokasi harus menjawab program yang ada di masyarakat. Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan lima program pokok PPPA dalam memajukan perempuan dan anak.

Lihat juga...