Melihat Lebih Dekat Kampung Persaudaraan Bekasi
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
BEKASI — Kumandang azan disertai dentingan lonceng gereja azan menjadi hal biasa di Kampung Sawah atau Kampung Persaudaraan yang terletak di Kecamatan Jatimelati, Kota Bekasi Jawa Barat.

Ada tiga tempat ibadah berdiri berdampingan di Jalan Raya Kampung berserta berdekatan, seperti Masjid Agung Al Jauhar Yayasan Pendidikan Fisabilillah (Yasfi), Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jemaat Kampung Sawah, dan Gereja Katolik Santo Servatius.
Kampung Persaudaraan atau kerap juga disebut segitiga emas, kerukunan antar agama sudah terjalin sejak ratusan tahun silam. Tak ada pertikaian karena mereka disatukan oleh budaya secara turun temurun.
Memasuki Natal tahun 2019, terlihat dan terasa sekali persaudaraannya antara umat Muslim dan Kristen saling membantu. Salah satu diwujudkan dengan budaya rantang, dimana umat Kristen ketika natal akan memberi rantang kepada yang muslim begitupun sebaliknya ketika memasuki Idul Fitri.
“Persiapan Natal sama seperti gereja pada umumnya, hanya kalau di sini terasa sekali saat mempersiapkan soal pengamanan. Karena antar gereja dengan saudara Muslim dari masjid Agung Yasifi saling membantu, dari tempat parkir dan lainnya guna kelancaraan ibadah di Gereja Kristen Pasundan,” kata Pdt. Wiliam Alexander kepada Cendana News, Senin (23/12/2019).
Dikatakan bahwa GKP Kampung Sawah setiap Natal, ornaments akan dihiasi budaya Betawi seperti ondel-ondel. Begitu pun jemaatnya akan hadir menggunakan baju Betawi seperti dan lainnya.
“Persaudaraan di Kampung Sawah disatukan oleh budaya. Jika berbicara keyakinan tentu beda, tapi berbicara budaya adalah satu,” papar Pdt. Wiliam ditemui di sela-sela persiapan Natal 2019.
Menurutnya berbicara soal Kampung Sawah tidak terlepas dari terlepas dari jalur budaya. Karena warga dari dulu akan bersama saat perayaan budaya seperti palang pintu, tarian Betawi, dan musik ketika perayaan syukuran tahunan pesta panen dan giat budaya lainnya.
“Disini memang sangat kuat toleransinya karena sudah menjadi warisan budaya leluhur yang sangat dijaga oleh penduduknya secara turun temurun,”ucap dia.
Dia mengatakan, tema Natal 2019 mengambil tema besar “Menjadi Sahabat Bagi Sesama”. Hal tersebut dimaknai gereja diajak untuk melihat bahwa perayaan natal bukan soal euforia-nya saja tetapi bagaimana menjalin relasi dengan sesama.
Dia mengatakan di Kampung Sawah sendiri berbicara sahabat bagi sesama tidak asing lagi karena memang secara budaya sudah dekat dengan yang lainnya.
“Di sini akan terasa memang sudah mengakar bahwa Kristen akan mengantar rantang ke yang muslim . Jadi pola itu terus ada dan berlaku,”ungkap Pdt Wiliam Alexander.
Jadwal peribadatan di GKP akan dimulai Selasa (24/12/2019) sore sekira pukul 18.00 WIB. Kemudian pada Rabu (25/12/2019) akan dimulai pagi pukul 05.30 dan 09.00 WIB.
“Perayaan Natal akan dilaksanakan pada 28 Desember dan akan mengundang Gusdurian Bekasi Raya,” pungkas mengatakan bahwa GKP Kampung Sawah sudah berusia 145 tahun dan beda 7 tahun dari Gereja Katolik Santo Servatius.