Logo Karya Rayendra Kumar Memenangkan Sayembara Logo MTQ Nasional
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVIII tahun 2020. Jelang penghujung tahun ini, Logo MTQ pun telah dipilih, setelah melalui sayembara yang diikuti dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Biro Humas Setdaprov Sumatera Barat, yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana Sayembara Logo MTQ, Jasman, mengatakan, sayembara itu sudah dimulai sejak Agustus 2019 dan berakhir pada November 2019 silam, dengan peserta berasal dari seluruh Indonesia.
“Hingga batas waktu yang ditentukan, jumlah karya yang masuk ke kami sebanyak 355, dan itu bukan berasal dari Sumatera Barat saja, namun ada dari Papua, Bali, Sulawesi, Pulau Jawa, NTB dan Kalimantan juga,” jelasnya, Jumat (27/12/2019).
Menurutnya, dari 355 karya yang masuk itu hanya 5 yang dipilih oleh para dewan yang juri, yang terdiri dari unsur adat yakni Ketua LKAAM Sumatera Barat, Sayuti Datuak Rajo Paghulu, dari unsur ulama ada Ketua MUI Sumatera Barat, Gusrizal Gazahar, akademisi/praktisi Emeraldy Chatra, budayawan Alwi Karmena, dan Jurnalis Hasril Chaniago,
Dikatakannya, dalam penetapan pemenang sayembara itu berdasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 480-962-2019, tanggal 17 Desember 2019.
Dari SK disebutkan yang memenangi sayembara itu yakni Rayendra Kumar asal Kota Solok untuk Juara I, Fitra Bayu asal Kota Padang (finalis), Muhammad Rizki asal Pasaman Barat (finalis), Ilham Susendra asal Pasaman Barat (finalis) dan Azwardi asal Kota Padang (finalis).
“Juara I diberikan uang tunai senilai Rp10,5 juta dan kepada 4 finalis diberikan masing-masing uang senilai Rp3 juta” terangnya.
Sementara itu, salah seorang juri, yakni Ketua MUI Sumatera Barat, Gusrizal Gazahar, menyampaikan, dari setiap logo yang dibuat harus terdapat 6 unsur, yaitu simbol keimanan, Al Quran sebagai pegangan hidup, kekuatan memegang lurus ruh Islam, kesadaran dalam menggunakan bahasa arab sehingga lebih menimbulkan kesadaran dalam mendalami Al-Quran, simbol Sumatera Barat sendiri, yakni surau dan rumah adat yang tak bisa dipisahkan, dan warna yang ada dalam marawa.
“Dari 6 unsur tersebutlah kami bersama mencari dan menetapkan logo mana yang terbaik,” ungkapnya.
Sehingga alasan dipilihnya hasil karya Rayendra Kumar, karena dari makna logo yang dikirim cocok dari kriteria yang ditetapkan. Seperti logo Rayendra Kumar itu, maknanya itu yakni logo berbentuk bulat melambangkan keutuhan iman kepada Wahyu Allah SWT yang melahirkan kebulatan tekad provinsi Sumatera Barat untuk mensukseskan MTQ Tingkat Nasional ke-28 Tahun 2020 .
Lalu ada gambar Kitab Al Qur’an yang melambangkan pegangan hidup masyarakat Minangkabau yang tertuang dalam falsafah Adaik Basandi Syara’, Syara‘ Basandi Kitabullah. Adaik Bapaneh, Syara’ Balinduang, Syara’ mangato, Adaik mamakai. Hal itu juga menunjukkan bahwa Musabaqah tidak akan berhenti sebatas perlombaan dalam tilawah.
Begitu juga untuk bintang emas tersusun sebanyak lima buah melambangkan rukun Islam, yang menunjukan bahwa Orang Minang adalah muslim.
Selanjutnya, untuk tulisan MTQ berdesain huruf Arab melambangkan bahwa Al Qur’an turun dalam Bahasa Arab dengan segala kekayaan makna dan seni, yang terkandung di dalamnya, dan warna hijau menunjukkan kedamaian dan ketenangan jiwa dalam rida Allah SWT.
Makna gambar lainnya yang ada di dalam logo itu yakni Masjid Raya Sumatera Barat yang melambangkan keagungan, identitas, budaya ranah minang yang berporos pada surau sebagai tempat beribadah, menuntu ilmu, menempa diri, dan bersosialisasi dalam rangka mempersiapkan diri lahir dan batin guna menghadapi tantangan kehidupan di dunia untuk meraih keselamatan hidup di akhirat.
Selanjutnya ada gambar marawa yang merupakan kebesaran alam Minangkabau yang mengartikan adanya Tigo Luhak, dimana setiap luhak mempunyai identitas yang saling mereka pertahankan, dan sebagai alat mempersatukan maupun mendorong semangat berlomba dan memelihara harga diri.
“Nah makanya kita memilih karya dari Rayendra Kumar karena makna dari logo yang dibuatnya cocok untuk budaya di Minangkabau yang berpegang teguh dengan Islam, dan hal ini juga beriringan dengan ditunjuknya Sumatera Barat sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2020,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menyampaikan, beragam proses panjang dilalui dan banyak tahapan. Seperti halnya melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya, bahkan sampai ke pelosok sekalipun, karena MTQ memiliki tujuan utama membumikan Al-Quran, dengan tujuan agar lebih mudah dipahami umat Islam dan masyarakat secara umum.
“Apalagi kalau di Minangkabau yang memiliki filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, tentu akan lebih mudah memahaminya,” tegasnya.
Untuk persiapan pelaksanaan MTQ Nasional tersebut, Irwan Prayitno yakin selesai tepat pada waktunya, seperti untuk pembukaan di stadion utama Sikabu, Padang Pariaman yang saat ini sedang dikebut pembangunannya.
“Begitu juga di tempat-tempat lain yang akan menjadi tempat pelaksanaan MTQ, terus kami pantau bersama Kanwil Kemenag Sumatera Barat dan instansi terkait,” sebutnya.
MTQ Nasional tahun 2020 merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya di Sumatera Barat, dilaksanakan pada bulan Juni atau Juli mendatang. Sebelumnya Sumatera Barat sendiri juga pernah ditunjuk sebagai tuan rumah tahun 1983.