Kerajinan Lukis Bambu Wisnu Disukai sampai Jepang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Bambu selama ini kerap hanya dipandang sebelah mata. Namun di tangan orang yang tepat, bambu ternyata bisa diubah menjadi karya seni kerajinan yang bernilai jual tinggi. Selain bermanfaat, usaha semacam ini juga mampu menjadi mata pencaharian yang menguntungkan.

Seperti yang dilakukan Wisnu Adi Saputra (37) asal Pokoh, Wonogiri, Jawa Tengah. Lelaki lulusan SMK jurusan elektronika satu ini mampu mengubah bambu menjadi karya seni lukis menawan.

Lewat usaha yang ia beri nama “Wood Bamboo Art” ini ia bahkan mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Ditemui dalam acara Mercu Buana Innovation Summit 2019, di Kampus 3 UMBY Seturan, Yogyakarta, belum lama ini, Wisnu mengaku memulai usaha lukis bambu sejak tahun 2016 lalu.

Awalnya ia mengaku hanya coba-coba. Namun siapa sangka dari situlah akhirnya ia menjadikan kerajinan lukis bambu sebagai jalan usahanya.

Memanfaatkan bambu jenis Petung, Wisnu biasa melukis foto sosok wajah seseorang, tokoh wayang hingga bentuk sket benda atau objek pemandangan. Proses pelukisan dilakukan dengan sistem bakar, menggunakan alat khusus semacam pemanas.

Sejumlah tokoh terkenal telah banyak ia lukis, mulai dari presiden Soekarno, Soeharto, Iwan Fals,  dan banyak tokoh lainnya. Termasuk juga tokoh wayang seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

“Untuk gambar bisa sesuai pesanan. Apa saja bisa. Saya bahkan pernah menggambar untuk sejumlah tokoh seperti Jokowi, Ganjar Pranowo, dan sebagainya. Karya lukis bambu dengan gambar tokoh pewayangan yang saya buat bahkan juga sudah pernah saya jual hingga ke luar negeri seperti Jepang,” ungkapnya.

Selain membuat lukisan tokoh terkenal, Wisnu mengaku juga kerap menerima orderan melukis pasangan pengantin, keluarga maupun logo-logo perusahaan dan organisasi.

Satu buah lukisan bambu yang ia buat biasa ia jual dengan harga berkisar Rp150 ribu hingga Rp500 ribu tergantung ukuran. Untuk karya termahal sendiri ia mengaku mampu menjual mencapai Rp1,5 juta.

“Dalam satu bulan saya minimal bisa menjual sekitar 25 karya lukis bambu ini. Tergantung pesanan. Kalau untuk pembuatan sendiri satu hari saja bisa selesai 1-2 lukisan,” ungkapnya.

Dengan ketersediaan bahan baku bambu Petung yang masih sangat banyak, Wisnu mengaku tak memiliki kendala dalam proses produksi.

Salah satu tantangannya hanyalah soal pemasaran. Karena itu ia pun berharap bisa bekerjasama dengan berbagai pihak untuk terus mempromosikan karyanya.

Lihat juga...