Aparat DKI tak Perlu Melakukan Tes di Luar Kewajaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Inspektorat DKI, Michael Rolandi, mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya video berisi sejumlah pegawai honorer K2 harus masuk got dalam sebuah tes lapangan, pihaknya langsung turun ke lapangan pada 10 Desember melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan lurah, maupun panitia seleksi dan anggota Pekerja, Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang menjalani tes.

“Inspektorat ketika mendapat informasi adanya video tersebut  langsung pada tanggal 10 itu turun ke lapangan, ke kelurahan Jelambar, langsung melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan, baik itu kepada pak lurah, panitia seleksi penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) dan ke PPSU, ada beberapa yang kita mintakan keterangan,” kata Michael kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019) sore.

Dia menyampaikan, Wali Kota Jakarta Barat, kata Michael, sudah mengingatkan agar para Lurah tidak melakukan tes di luar batas wajar.

“Wali Kota telah mengeluarkan peringatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang hal-hal yang tidak patut hendaknya dihindarkan. Kan kejadiannya tanggal 10 Desember. Artinya lurah lalai mematuhi instruksi dan ketentuan berlaku yang mengakibatkan kesalahan wewenang,” ungkap dia.

Menurut Michael, dari hasil pemeriksaan dan verifikasi yang sudah di lakukan di lapangan, memang terindikasi kuat adanya pelanggaran dalam ketidakpatutan saat memproses seleksi dengan merendam atau memasukkan peserta seleksi ke dalam saluran pembersihan saluran penghubung (PHB).

“Jadi, awalnya memang rencana itu hanya untuk melakukan tes lapangan, berupa pembersihan saluran PHB,” ujarnya.

Selain itu, Michael menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak seleksi, terdapat tes lapangan terkait keterampilan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Tes itu meliputi menyapu hingga membersihkan saluran air.

“Menurut keterangan dari pihak seleksi, tes lapangan meliputi ada untuk menyapu, ada keterampilan PPSU. Di antaranya menyapu, membersihkan saluran air,” kata Michael.

Dia menuturkan, terdapat dua gelombang seleksi, yang terdiri dari 98 peserta. Sedangkan pada saat kejadian, sebanyak 45 orang PPSU yang masuk ke dalam got.

“Menurut informasi yang kami dapatkan di lapangan, peserta ada 98 peserta seleksi dari 98 dibagi dua untuk tes lapangan tanggal 10 dan 11. Pada saat tanggal 10 itu yang dilakukan perendaman 45, sedangkan sisanya untuk tanggal 11 bisa saja yang belum tes lapangan itu yang tanggal 11,” tuturnya.

Dia menuturkan kini inspektorat tengah memeriksa banyak pihak terkait atas dugaan perpeloncoan tenaga honorer di DKI. Nantinya pihak yang diperiksa mulai dari lurah, sekretaris lurah, kepala seksi hingga petugas PPSU yang direndam di got. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap 22 orang PPSU yang masuk ke dalam got.

“Lurah udah pasti diperiksa, panitia seleksi, lalu PPSU ada 22 orang,” ujar Michael.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan pihak inspektorat memberikan saran kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk menindaklanjuti hasil investigasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan dan pemberian sanksi.

“Wali kota diinstruksikan untuk memeriksa lebih lanjut dalam rangka penjatuhan disiplin PNS,” kata Michael.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, mengatakan, sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang hukuman disiplin pegawai negeri sipil.

Pemberian sanksi tersebut akan dilakukan langsung oleh atasan lurah dalam hal ini camat. Sebelum menentukan sanksi yang diberikan, Lurah Jelambar dibebastugaskan terhitung mulai Senin ini.

“Dari BKD sesuai dengan aturan PP 53 tahun 2010 tentang hukuman disiplin PNS apabila melanggar ketentuan yang berlaku sebagai PNS, apalagi pejabat di lingkungan pemerintah,” tuturnya.

Diberitahukan, beredar video petugas PPSU berendam di saluran air viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang sedang berendam di saluran air. Air saluran tersebut tampak berwarna hitam.

Mereka membuat dua barisan dan saling memegang pundak satu sama lain. Beberapa orang yang mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) tampak berdiri di pinggir saluran air tersebut.

Lihat juga...