Terminal Eksekutif Bakauheni Fasilitasi Penjualan Kuliner Tradisional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Terminal eksekutif Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) membuka peluang bagi pemilik usaha kecil bidang kuliner.

Darmansyah, Building Manager terminal eksekutif Bakauheni menyebut sejumlah gerai atau tenant usaha kuliner telah berjalan sejak setahun terakhir. Indonesia Ferry Properti selaku pengelola gedung menurut Darmawan menyediakan empat lantai untuk usaha kuliner.

Pada lantai dasar, UMKM Market yang sebagian sudah dibuka menjadi lokasi penjualan produk kuliner tradisional.

Terminal eksekutif Bakauheni berfungsi sebagai dermaga sekaligus pusat bisnis dan perbelanjaan untuk sejumlah gerai kuliner tradisional, Sabtu (23/11/2019) – Foto: Henk Widi

Sejumlah gerai yang disediakan bisa dipergunakan untuk berjualan seblak, bakso, mie ayam hingga produk kuliner tradisonal. Meski kuliner tradisional namun Darmansyah menyebut sejumlah gerai berkonsep modern.

Penyediaan fasilitas gerai penjualan kuliner tradisional di lantai dasar gedung dengan total tiga lantai bertujuan memenuhi kebutuhan pengguna jasa.

Sebab pengunjung ke terminal eksekutif merupakan calon penumpang pejalan kaki, penumpang dengan kendaraan dan masyarakat umum yang ingin berbelanja dan menikmati suasana terminal eksekutif. Saat masuk ke lantai dasar suguhan sejumlah kuliner tradisional bisa jadi pilihan.

“Sejumlah calon penumpang kapal eksekutif yang akan naik kapal bisa membeli bekal makanan di gerai yang tersedia berkonsep food court untuk dinikmati pada terminal eksekutif atau di atas kapal,” ungkap Darmansyah saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (23/11/2019).

Dibuka sejak setahun terakhir Darmansyah menyebut okupansi pelaku usaha kuliner masih minim. Indonesia Ferry Property selaku pengelola gedung bahkan telah melakukan penawaran kepada sejumlah pelaku usaha.

Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) difasilitasi melalui sejumlah lembaga pendamping usaha. Sementara bagi sejumlah usaha lain milik perseorangan tetap bisa melakukan penjualan produk kuliner.

Pada lantai dua terminal eksekutif yang sekaligus lokasi penjualan tiket, Darmansyah menyebut usaha kuliner cukup beragam. Sejumlah usaha kuliner diantaranya mie ayam, bakso, berbagai jenis minuman tradisional.

Produk kuliner hasil pelaku UMKM di seluruh Lampung bahkan telah difasilitasi melalui tenant Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Rumah Kreatif Bakauheni (RKB) binaan sejumlah bank BUMN.

“Kerjasama dengan pemerintah provinsi Lampung yang memfasilitasi usaha kuliner terus berjalan sehingga terminal eksekutif akan semakin lengkap,” ungkap Darmansyah.

Meski memfasilitasi usaha kuliner tradisional, Darmansyah menyebut konsep modern kitchen dipertahankan. Sebab sebagai penyedia layanan transportasi terminal eksekutif menyerupai bandara dengan tingkat kebersihan untuk kenyamanan pengguna jasa dipertahankan.

Penikmat kuliner disebut Darmansyah bisa menikmati sajian makanan tradisional sembari melihat pemandangan laut.

Terminal eksekutif Bakauheni disebut Darmansyah juga mengakomodir sejumlah produk kopi Lampung. Pengguna jasa yang akan menikmati kopi langsung diseduh bisa memilih sejumlah gerai yang ada di lantai dasar hingga lantai dua.

Penyediaan fasilitas menurut Darmansyah sekaligus memperkenalkan produk olahan kopi khas Lampung yang disediakan dalam beragam olahan.

Restia Wini, penjaga di gerai Dekranasda Lamsel menyebut menyediakan sejumlah produk kopi, keripik dan makanan khas Lampung.

Restia Wini, penjaga salah satu gerai di terminal eksekutif Bakauheni dengan sajian kuliner berupa kopi khas Lampung Selatan, kue kering dan sejumlah kerajinan tangan, Sabtu (23/11/2019) – Foto: Henk Widi

Gerai yang ada di lantai dua terminal eksekutif dan menghadap laut menjadi alternatif untuk bersantai. Pengunjung disebutnya bisa menikmati seduhan kopi yang dikenal dengan Kopi Lampung Selatan (Kolase). Seduhan kopi tersebut akan disajikan oleh barista yang berpengalaman meracik kopi.

“Baru dua pekan gerai Dekranasda Lamsel dibuka namun produk kuliner yang tersedia sudah bisa dinikmati,” papar Restia Wini.

Sejumlah produk kuliner yang disediakan selain minuman pada gerai Dekranasda disediakan makanan. Pada tahap awal sejumlah makanan tradisional jenis keripik, kerupuk kemplang dan makanan lain sudah disediakan.

Ia menyebut tidak menutup kemungkinan produk kuliner khas Lamsel lain akan disajikan. Sebab sejumlah pelaku usaha kecil yang dilibatkan berasal dari 17 kecamatan yang ada di Lamsel.

Lihat juga...