TdS Menjadi Ikon Balap Sepeda Internasional di Indonesia

Editor: Mahadeva

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Andika Anindyaguna Hermanto bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di even Tour de Singkarak 2019, Minggu (10/11/2019)/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Tour de Singkarak (TdS), tidak hanya menjadi kebanggan warga Sumatera Barat. Kini agenda olahraga internasional tersebut telah menjadi ikon balap sepeda bertaraf Internasional di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Andika Anindyaguna Hermanto, mengatakan, penyelenggaraan TdS yang ke-11 menunjukan, TdS sebagai agenda balap sepeda bertaraf Internasional yang sangat konsisten.

Meski di 2017 merupakan tahun terakhir TdS yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Namun, penyelenggaraanya bisa terus berjalan hingga 2019. Dan sejak 2018, secara anggaran sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah. “PB ISSI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah kabupaten dan kota serta Pemprov Sumatera Barat, karena telah sukses menyelenggarakan TdS hingga ke-11 ini. PB ISSI tentunya mendukung TdS dan segi teknisnya,” katanya saat menghadiri Grand Finish TdS 2019 di Danau Cimpago, Padang, Minggu (10/11/2019).

Andika menyebut, keberhasilan penyelenggaraan TdS terlihat dari keikutsertaan pebalap dari 20 negara. Hal itu menjadikan TdS sebagai hanya ikon balap sepeda bertaraf Internasional di Indonesia. Dengan komitmen Pemprov Sumatera Barat tersebut, diharapkan TdS dapat menambah minat masyarakat untuk suka berolahraga dengan sepeda, dan menjelajah tempat-tempat wisata. Seperti keberadaan kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, yang disebutnya sangat layak sebagai rute bersepeda.

“Saya berharap gemar bersepeda ini berkembang di Sumatera Barat. Jika bisa, Mandeh menjadi lokasi bersepeda sembari berwisata, karena pemandangannya itu sangatlah indah. Tidak hanya bagi masyarakat lokal, semoga wisatawan asing dapat datang ke Sumatera Barat, bersepeda sembari menikmati alam Sumatera Barat yang indah,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, TdS memiliki daya tarik yang luar biasa. Namun demikian, dampak yang akan muncul bukan saat ini. Irwan menilai, sejauh jumlah penonton dari setiap etape bervariasi. Aada yang ramai, dan yang terlihat biasa-biasa saja. Berbeda dengan etape yang memasuki Jambi, di sana penonton membeludak. Penyebabnya, karena bagi masyarakat Jambi, TdS adalah agenda baru dan menyenangkan untuk disaksikan.

“Jambi penontonnya membeludak, sementara di Sumatera Barat penontonya relatif. Nah agar TdS 2020 lebih meriah dan ramai penontonnya, kita dari pemerintah akan melakukan sosialisasi jauh-jauh hari. Serta meminta kabupaten menggelar kegiatan rangkaian TdS, seperti bazar dan kegiatan meriah lainnya,” sebutnya.

Lihat juga...