Siswa SD Jatimurni IV Bekasi, Belajar di Kelas Terancam Ambrol
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Sekolah Dasar (SD) Negeri Jatimurni IV, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat, kondisinya memprihatinkan. Bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 2007 tersebut tiga ruang kelas di lantai dua sewaktu-waktu terancam ambrol akibat kayu yang sudah lapuk.
Sekolah tersebut memiliki 518 murid dari kelas satu sampai kelas enam, sementara diketahui tiga ruang di lantai dua, seperti ruang kelas enam dua lokal dan kelas lima satu lokal terancam ambrol.
Begitu pun kondisi gedung utama yang diketahui memiliki dua ruang kelas tersebut juga sudah lapuk termakan usia yang tak kalah memprihatinkan.
Untuk tiga ruang di lantai dua tersebut, oleh pihak sekolah sebenarnya sudah disangga menggunakan tiang bambu pada salah satu kusen sebagai penahan agar plafon tidak ambrol.
“Disangga karena kusennya sudah turun Mas, khawatir ambrol dan menimpa anak maka sekolah mencoba menyangga dengan bambu. Kalau nggak disangga pasti ambrol dan bisa menimpa anak saat belajar mengajar,” ungkap Ibu Sofi, guru kelas VI SD Negeri Jatimurni IV, kepada Cendana News, Selasa (5/11/2019).

Berbagai upaya pihak sekolah untuk mendapatkan perbaikan sudah dilaksanakan. Tapi sampai dua tahun lebih belum mendapatkan realisasi perbaikan. Sementara ungkap Ibu Sofi, Kota Bekasi saat ini memasuki musim hujan maka kian mengkhawatirkan.
“Kemarin Kepala Dinas sudah datang ke sekolah ini untuk melihat langsung. Dan saya sempat bertanya, gimana Pak kapan bisa diperbaiki biar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan tenang tanpa kekhawatiran. Tapi jawab Pak Kadis, hanya sabar ya Bu,” ungkapnya.
Dikatakan, kedatangan kepala dinas hanya sebentar, sampai langsung melihat ke lantai dua ke tiga lokal. Setelah itu turun lagi tanpa memberi kepastian kapan realisasi perbaikannya.
Menurutnya, yang tak kalah penting untuk diperbaiki adalah dua lokal bangunan pertama sekolah tersebut. Karena semua kayu sudah lapuk dan mengkhawatirkan. Dua lokal tersebut masih digunakan untuk kelas satu dan dua.
“Memasuki musim hujan begini, menambah kekhawatiran selain ambrol juga terjadi bocor, rembesan air. Kalau sudah begitu biasanya kami geser peserta didiknya ke belakang,” tandasnya.
Saat Cendana News memasuki ruang kelas SD Negeri Jatimurni IV, untuk mengambil gambar, peserta didik sedang belajar mengajar. Sejumlah siswa berteriak, minta bangku juga diganti karena sudah banyak yang rusak.
“Pak, ini bangku sudah rusak semua, lihat saja sendiri ganti dong Pak. Biar nyaman, sama perbaiki dong sekolah apa tunggu korban dulu, plafonnya ambrol,” ujar anak kelas VI SD setempat disambut teriakan lainnya.