Organda Bakauheni Dukung Pengembangan Pariwisata

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bakauheni, mendukung rencana pengembangan sektor pariwisata terintegrasi dengan transportasi laut, darat dan udara.

Ivan Rizal, ketua DPC Khusus Organda Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), mengatakan, jika selama ini pihaknya sudah menyediakan 9 armada bus di dermaga eksekutif Bakauheni. Armada bus berkapasitas 30 penumpang tersebut beroperasi selama 24 jam.

Pengoperasian bus yang dikelol Organda terintegrasi dengan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Integrasi tersebut memberi kenyamanan bagi penumpang kapal eksekutif, dari pelabuhan Merak yang turun di Bakauheni untuk menuju terminal Rajabasa, Bandarlampung.

Khusus untuk penumpang yang akan berwisata, pihaknya juga telah menjajaki kemungkinan untuk sistem bus carteran.

Ivan Rizal, ketua DPC Khusus Organda Bakauheni, Lampung Selatan, ditemui di pelabuhan Bakauheni, Minggu,(3/11/2019). -Foto: Henk Widi

Koordinasi dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni, Dinas Pariwisata Lampung dan agen pariwisata, telah dilakukan. Meski sudah tersedia sejumlah armada bus memadai, hingga awal November Ivan Rizal memastikan wisatawan masih memilih perjalanan sistem terputus.

Sebab, meski naik bus dari terminal eksekutif, wisatawan melanjutkan perjalanan dari Bandar Lampung dengan jasa agen wisata.

“Dukungan penuh untuk sektor pariwisata tentu terlihat dengan adanya kerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, penyediaan armada memadai. Namun permintaan dari wisatawan masih cukup sepi, karena belum musim liburan,” ungkap Ivan Rizal, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (3/11/2019).

Pada sejumlah event, di antaranya Festival Krakatau, Festival Way Kambas, sejumlah wisatawan bahkan memakai fasilitas bus yang disediakan Organda.

Ia mendorong adanya kerja sama dengan sejumlah penyedia jasa paket perjalanan wisata, untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. Sebab, integrasi dengan jalan tol bisa memberi kenyamanan bagi wisatawan yang memakai dermaga eksekutif.

Nilai plus dari armada bus di terminal eksekutif, menurut Ivan Rizal, penumpang tidak harus menunggu lama. Kapal eksekutif Portlink, Jatra II, Batu Mandi dan Sebuku memungkinkan wisatawan dan pengguna jasa bus bisa mengatur jadwal.

Bus yang sudah terisi sesuai jadwal bongkar kapal eksekutif akan berangkat menuju terminal Bandar Lampung tanpa menunggu.

“Penumpang banyak atau sedikit bus tetap berangkat sesuai jadwal dan melintas melalui jalan tol, cocok bagi wisatawan,” tutur Ivan Rizal.

Selain bisa difungsikan sebagai bus reguler, saat wisatawan datang ke Lampung secara rombongan, sistem carter bisa diterapkan. Sebab, destinasi pariwisata yang kerap dijadikan tujuan wisatawan meliputi sejumlah pantai di Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur dan Lampung Barat.

“Sistem antarjemput akan diterapkan oleh Organda sesuai dengan kebutuhan wisatawan,” katanya.

Melalui dukungan penyediaan sarana bus tersebut, Ivan Rizal berharap pariwisata Lampung berkembang. Terlebih dermaga eksekutif yang dikenal dengan Anjungan Agung menjadi tempat memperkenalkan kebudayaan, destinasi pariwisata dan hasil produk khas Lampung.

Setelah penumpang kembali dari objek wisata di dermaga eksekutif, disediakan sejumlah oleh-oleh kopi, makanan dan kerajinan UMKM Lampung.

“Saat tol tersambung antara Lampung dan Palembang, minat akan bus terusan diprediksi meningkat, dan Organda sedang merintisnya termasuk untuk pengembangan pariwisata,” papar Ivan Rizal.

Tarif bus dari terminal eksekutif Bakauheni yang dibanderol mulai Rp30.000, disebutnya cukup menguntungkan. Sebab, perjalanan melalui jalan tol Sumatra bisa mempercepat wisatawan tiba di tujuan tepat waktu.

Selain itu, koneksi dengan bandara dan pelabuhan yang makin lancar akan menarik minat wisatawan berkunjung ke Lampung.

Sementara itu, infrastruktur memadai, terminal eksekutif mulai dirasakan oleh objek wisata bahari di Lamsel.

Rahmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, menyebut waktu tempuh cepat mendorong wisatawan asal Jakarta, Banten datang ke Lampung.

Waktu tempuh selama satu jam melalui dermaga eksekutif membuat pantai Belebug mudah dijangkau.

“Bagi wisatawan yang memiliki waktu libur terbatas, dukungan kapal eksekutif dan bus dari Organda bisa jadi solusi perjalanan lebih cepat,” papar Rahmat.

Berjarak sekitar empat kilometer dari pelabuhan Bakauheni, objek wisata tersebut bisa dicapai dengan cepat. Integrasi antara pelabuhan, penyedia jasa transportasi Organda, ikut mendorong sektor pariwisata bahari di Lamsel.

“Meski demikian, promo-promo khusus bagi wisatawan bisa ditawarkan melalui tiket khusus di dermaga eksekutif, agar menarik wisatawan,” pungkasnya.

Lihat juga...