Etape I TdS 2019 Lintasi Empat Destinasi Wisata di Sumbar

Editor: Koko Triarko

TANAH DATAR – Etape I Tour de Singkarak (TdS) 2019 yang menempuh perjalanan sepanjang 107,3 kilometer, dengan start di wisata Pantai Gandoriah dan finish di Istano Baso Pagaruyaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, merupakan etape yang memiliki sejumlah destinasi wisata. 

Destinasi wisata yang dilintasi sebanyak 98 pebalap dari 24 negara ini, pertama di lokasi Pantai Gandoriah, Lembah Anai, Desa Pariangan, dan Istano Basa Pagaruyung. Suasana perjalanan dari lokasi start – finish, juga diiringi dengan cuaca yang cerah.

Pantai Gandoriah

Daerah lokasi start pada Etape I, yakni di wisata Pantai Gandoriah, merupakan  sebuah objek wisata pantai yang terletak sekitar 100 meter dari pusat Kota Pariaman, Sumatra Barat.

Dengan dijadikannya Pantai Gandoriah sebagai lokasi start Etape I, membuat para peserta TdS lebih mengenal keindahan di daerah yang memiliki kebudayaan Tabuik tersebut.

Biasanya, pada hari libur Pantai Gandoriah dilewati oleh kereta api wisata yang datang setiap hari dari stasiun Simpang Haru Padang menuju stasiun Pariaman.

Lembah Anai

Setelah mengawali pacuan dari Pantai Gondoriah, para pebalap dari berbagai negara itu, melewati Air Terjun Lembah Anai. Kawasan Lembah Anai yang terletak di Kabupaten Tanah Datar merupakan sebuah air terjun yang memiliki ketinggian 35 meter.

Jesse Ewart (tengah), mengangkat hadiah juara pertama di Etape I di Istano Basa Pagaruyung, Sabtu (2/11/2019)/ Foto: M. Noli Hendra

Air Terjun Lembah Anai merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah, anak Sungai Batang Anai yang berhulu di Gunung Singgalang di ketinggian 400 Mdpl. Air terjun ini terletak di batas barat kawasan Cagar Alam Lembah Anai, sehingga suasana masih alami dengan hutan lebat serta pepohonan rimbun.

Pada saat liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung. Keindahannya membuat Air Terjun Lembah Anai menjadi ikon pariwisata Provinsi Sumatra Barat. Di saat para pebalap melintasi destinasi wisata ini, akan merasakan sejuknya udara di daerah tersebut.

Desa Terindah di Dunia Desa Pariangan

Memasuki daerah Kabupaten Tanah Datar, para pebalap melintasi sebuah nagari atau desa yang sudah dikenal dengan Desa Pariangan, yang merupakan Desa Terindah di Dunia. Hamparan sawah yang berjenjang menampilkan pemandangan yang indah, serta masih kentalnya budaya Minang di daerah tersebut.

Desa Pariangan terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Menurut Tambo, Minangkabau Pariangan merupakan nagari tertua di ranah Minang.

Pada Mei 2012, desa Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Budget Travel.

Istano Basa Pagaruyung 

Istano Basa Pagaruyung, merupakan sebuah destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Hal ini karena arsitektur dari Jam Gadang yang sungguh unik. Selain itu, di Istano Basa ini terlihat sangat kental kebudayaan Minangkabau.

Dahulu, Istana Pagaruyung pada mulanya dibangun di Bukit Batu Patah dan terbakar saat terjadi Perang Paderi pada 1804. Lalu, istana dibangun kembali dan kembali terbakar pada 1966. Istana tersebut dibangun lagi pada 1976 sebagai replika dari istana Pagaruyung asli.

Istana tersebut dibangun setelah pemberantasan gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 1958, yang berpusat di Sumatra Barat.

Setelah menempuh perjalanan di Etape I itu, 98 pebalap akhirnya mencapai garis finish pada sekitar 13.00 Wib. Pembalap atas nama Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team, keluar sebagai juara pada Etape I event Sport Tourism Tour De Singkarak yang ke-11, Sabtu 2 November 2019.

Jesse Ewart merupakan pebalap dari Australia dan tergabung dalam tim asal Malaysia-Sapura. Jesse Ewart tidak hanya meraih yellow jersey, tapi juga dinobatkan sebagai pebalap tercepat (sprinter) serta sebagai king of mountain (KOM).

Jesse Ewart berhasil menyentuh garis finish dengan catatan waktu tercepat, yakni 2.35.03. Sementara di posisi ke dua, pebalap atas nama Cristian Raileanu dari Sapura Cycling Team dengan catatan waktu 2.35.03, dan di urutan ke tiga pembalap atas nama Thanakhan Chaiyasombat yang tergabung di tim Thailand Continental Cycling Team dengan torehan waktu 2.37.29.

Berdasarkan data sementara, untuk Individual Classification, Jesse Ewart berhasil menempati urutan pertama, disusul Christia Railenanu di posisi ke dua dan Thanakhan ChaiyaSombat di urutan ke tiga.

Sedangkan untuk ketegori Best Indonesian Raider diraih oleh Agung Sahbana dari KFC dengan catatan waktu 2.37.34, disusul urutan ke dua Jamal Hibatullah dengan torehan waktu dari PGN 2.38.10, dan urutan ke tiga diraih oleh Abdul Soleh dari KFC dengan catatan waktu yang sama, 2.38.10

“Etape I ini cukup menantang dan memang cuaca cukup panas. Tapi, saya bisa mencapai garis finish di urutan pertama. Ke depan, saya akan mencoba mempertahankan ini bersama tim saya,” katanya, Sabtu (2/11/2019).

Besok Etepa II akan dimulai dari Lubuk Sikaping dan finish di Kota Bukittinggi dengan jarak tempuh 96,7 kilometer.

Lihat juga...