Dua Pejabat Mundur, Anies Pastikan tak Ganggu Pembahasan Anggaran
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, proses pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 bersama DPRD DKI tak terganggu usai pengunduran diri dua pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sri Mahendra Satria Wirawan, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Edy Junaedi.
“Kalau terkait pembahasan (anggaran), Insya Allah tidak (mengganggu),” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (1/11/2019) malam.
Menurut Anies, Bappeda yang dipimpin Mahendra memiliki peran cukup vital karena bertugas mengoordinasikan seluruh dokumen perencanaan anggaran.
Anies telah menyiapkan pelaksana tugas yang akan memimpin Bappeda untuk sementara waktu. Pelaksana tugas kepala Bappeda akan dijabat Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman, Sri Suharti.
“Jadi selama beliau di sini sebulan lebih itu salah satu tugas beliau adalah bekerja bersama Bappeda. Jadi ini tandemnya akan langsung, bisa langsung jalan karena beliau mengikuti semua proses,” tambahnya.
Anies menyampaikan, Suharti berpengalaman di bidang perencanaan dan sudah mengikuti proses penyusunan dokumen anggaran di Bappeda sejak dilantik pada 12 September 2019.
Sementara untuk Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Edy Junaedi, Anies belum bertemu.
“Adapun Pak Edy, beliau belum pernah bertemu dengan saya. Beliau hanya menyerahkan surat pengunduran diri, tapi belum bertemu. Jadi belum ada informasi lebih jauh,” katanya.
Anies mengatakan, hari ini ia tidak bisa bertemu dengan Edy Junaedi dikarenakan tidak ada di Jakarta. Dia mendapatkan informasi, yang bersangkutan sedang menjenguk ibunya yang tengah sakit.
“Jadi informasi yang disampaikan kepada kita. Hari ini, ibunda beliau sakit. Dan beliau tidak berada di Jakarta karena mengunjungi ibunya yang sedang sakit. Jadi kebetulan waktunya bersamaan (dengan pengumuman ini). Oleh karena itu, saya belum umumkan di sini, karena belum menerima langsung,” jelasnya.
Anies mengatakan pihaknya akan melakukan lelang jabatan untuk mengisi jabatan Kepala Bappeda dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“Posisi Kepala Bappeda DKI akan diumumkan, segera diadakan seleksi terbuka,” ujarnya.
Anies menegaskan, seleksi terbuka atau lelang jabatan Kepala Bappeda DKI akan terbuka untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia.
“Seleksi akan melibatkan atau mengundang semua ASN. Terbuka untuk ASN yang bukan hanya dari DKI saja, tetapi dari mana-mana,” ujar Anies.
Diberitahukan pengunduran diri Sri Mahendra Satria Wirawan disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (1/11/2019). Sri Mahendra menjabat Kepala Bappeda DKI sejak Januari 2019.
Sementara, surat pengunduran diri Edy Junaedi disampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah pada Kamis (31/10/2019). Sementara Edy Junaedi dilantik menjadi Kepala Disparbud DKI pada 25 Februari 2019.