Dandim Lamongan Ingatkan Bahaya Perang Asimetris

LAMONGAN – Komandan KODIM 0812/Lamongan, Jawa Timur, Letkol Inf. Sidik Wiyono, mengingatkan kepada komunitas pemuda di wilayahnya tentang ancaman perang modern yang disebut asimetris. Perang asimetris adalah perang dengan mempengaruhi lawan agar memiliki pola atau cara berpikir tidak lazim di luar aturan peperangan yang berlaku.

Menurut Dandim, perang asimetris cenderung melibatkan dua aktor atau lebih, dengan ciri menonjolkan kekuatan yang tak seimbang. Sifat perang ini sejatinya adalah antikekerasan (nonviolence). Namun, ini bukan harga mati.

“Sebab, bisa saja terjadi kekerasan dalam prosesnya, sebagaimana pernah dilakukan pengunjuk rasa di awal-awal konflik Suriah,” ungkap Dandim, saat memberikan wawasan kebangsaan kepada komunitas pemuda di Lamongan, Selasa (5/11) malam, sebagaimana rilis yang diteirma Cendana News, Rabu (5/11/2019).

Kendati demikian, dirinya mengimbau masyarakat, khususnya pemuda, untuk tidak resah dengan adanya peperangan tersebut.

Menurutnya, hal itu bisa diantisipasi melalui berbagai cara, salah satunya dengan memperkuat persatuan dan kesatuan, hingga menanamkan jiwa nasionalisme.

“Itu merupakan pondasi utama kita, agar mampu melawan berbagai ancaman yang bisa memecah belah bangsa,” tegasnya. (Ist)

Lihat juga...