Cegah Diabetes dengan Peningkatan Keterlibatan Masyarakat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Peningkatan jumlah kasus Diabetes Melitus (DM) dan komplikasinya terbukti membebani tidak saja kepada pribadi pasien tapi juga kepada keluarga dalam skala lokal dan pemerintah dalam skala yang lebih luas. Sehingga dibutuhkan peran serta semua masyarakat dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini DM.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, menyebutkan, DM membebani disabilitas, penurunan kualitas SDM, kematian dini, peningkatan pembiayaan kesehatan dan peningkatan beban perekonomian negara.
“Yang pada akhirnya akan menghambat pencapaian indikator pembangunan nasional dan menyebabkan gagalnya Indonesia memperoleh manfaat dari bonus demografi pada tahun 2035,” kata Anung saat ditemui di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (13/11/2019).
Sehingga, Kementerian Kesehatan berfokus pada pencegahan risiko dan penemuan kasus DM secara dini melalui kegiatan posbindu.
“Posbindu ini melakukan kegiatan deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular untuk dapat menjaring anggota masyarakat yang sudah memiliki faktor risiko PTM atau yang dicurigai menderita PTM,” urai Anung.
Namun, diakui oleh Anung, bahwa program ini belum optimal dalam menurunkan prevalensi DM.
“Kita masih terus melakukan edukasi, baik melalui kerja sama dengan media maupun dengan tenaga kompeten. Regulasi juga kita keluarkan, walau hasilnya belum memuaskan. Dan tentunya peningkatan layanan di lokasi pelayanan primer,” ujar Anung.
Yang dimaksud oleh Anung dalam bidang regulasi dan layanan adalah menjadikan kegiatan deteksi dini sebagai salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal oleh fasilitas layanan kesehatan di tingkat pemerintah kabupaten/kota.
Dimana, masyarakat yang usianya lebih dari 15 tahun perlu dilakukan skrining atau deteksi dini pemeriksaan kadar gula darah minimal satu tahun sekali. Sedangkan bagi penyandang DM, minimal satu bulan sekali.
“Intinya, lindungi keluarga dari diabetes untuk SDM unggul. Dengan cara meningkatkan peran dan kepedulian keluarga dalam pencegahan dan edukasi diabetes serta dukungan terhadap anggota keluarga penyandang diabetes,” pungkas Anung.