Aksi Nyata Damandiri di Cilacap, Rehab Rumah Hingga Peningkatan Ekonomi
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
CILACAP — Berbagai program bantuan yang digelontorkan Yayasan Damandiri, salah satu yayasan yang didirikan Jenderal Besar HM Soeharto sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Warga penerima bantuan bisa menikmati rumah yang lebih bagus dan sehat, sekaligus diberikan bantuan modal untuk meningkatkan usaha, sehingga secara ekonomi keluarga membaik.

Salah satu penerima bantuan dari yayasan yang dipimpin Subiakto Tjakrawerdaya adalah Ibu Aan Darwati (34). Rumahnya yang dulu berlantai tanah dan dinding hanya dari anyaman bambu, kini sudah berdiri kokoh dan lantainya bersih. Tak hanya itu, warung yang penuh dengan barang dagangan juga terlihat rapi pada bagian depan rumah.
“Saya berterima kasih sekali pada Yayasan Damandiri dan teman-teman di KUD Mandiri Lestari Sejahtera. Banyak sekali bantuan yang sudah diberikan, sehingga kehidupan keluarga kami, secara ekonomi sekarang lebih baik,” tutur Bu Aan dengan berkaca-kaca, Rabu (27/11/2019).
Warga Dusun Margasari, Desa Madura ini mengatakan, sekitar 1,5 tahun ia mendapat bantuan rehab rumah sekaligus dibangunkan warung di bagian depan rumah. Warung tersebut juga dilengkapi dengan barang dagangan yang lengkap.
“Dulu saya berjualan sayuran seperti kangkung, bayam dan lainnya. Kalau tidak laku, keesokan harinya sayuran tersebut saya masak dan dijual matang, sebab jika tidak dimasak sayuran layu,” kata ibu dua anak ini.
Dari berjualan sayuran tersebut, dalam satu hari Bu Aan mengaku hanya mendapatkan omset paling banyak Rp 100.000. Dengan penghasilan tersebut, bersama suaminya, Warsito yang bekerja sebagai buruh serabutan, mereka harus menghidupi dua anak.
Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, total bantuan untuk bedah rumah Rp25 juta. Dengan perincian, Rp20 juta untuk perbaikan rumah dan Rp 5 juta untuk pemberdayaan ekonomi keluarga, yaitu untuk pembuatan warung Rp 2.500.000 dan untuk belanja barang dagangan Rp 2.500.000.
“Bantuan memang tidak ada yang diberikan dalam bentuk uang, tetapi keluarga penerima bantuan langsung bisa menikmati rumah yang kondisinya jauh lebih bagus dan sehat, serta mendapatkan sumber penghasilan dari warung yang sudah dilengkapi dengan barang datangan,” jelasnya.
Manajer Usaha dan Modal Mikro, Ery Rahmat Januar menambahkan, dari pihak yayasan menekankan, keluarga yang diberi bantuan rehab rumah juga harus membaik secara perekonomian, sebab percuma saja jika rumah bagus, tetapi tidak mempunyai penghasilan untuk hidup sehari-hari. Sehingga setiap penerima bantuan rehab rumah, dibuatkan warung serta diberi modal awal.
“Bahkan untuk bantuan pinjaman kita berikan yang nilainya besar yaitu Rp5 juta, padahal biasanya untuk keluarga pra sejahtera, kita hanya berikan Rp2 juta. Tetapi melihat kesungguhan Bu Aan dalam menjalankan usaha, kita berani memberikan pinjaman yang lebih besar,” terangnya.
Bu Aan mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang diperolehnya, setelah warung kelontong beridiri, omsetnya yang semula hanya Rp 100.000 per hari, sekarang meningkat menjadi Rp 500.000 per hari.
“Anak saya yang pertama duduk di bangku SMA dan yang kedua masih di SD, sekarang mereka juga bisa belajar dengan lebih nyaman, karena kondisi rumah kami sudah bagus, saat hujan tidak lagi bocor dan kondisi rumah bersih, karena sudah berlantai,” pungkasnya.