Akibat Gelombang Besar Sampah Menumpuk di Pantai Koja Doi
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Sebagai sebuah desa wisata, sampah menjadi salah satu fokus utama untuk diperbaiki, mengingat kawasan pantai terutama wilayah barat pulau Koja Doi selalu kotor saat musim angin kencang.

“Kalau angin kencang sampah pasti menumpuk di pantai.Kami kesulitan memungut karena jumlahnya banyak,” kata Samyadin, warga desa Koja Doi kecamatan Alok Timur kabupaten Sikka, NTT, Rabu (27/11/2019).
Dikatakan Sem, sapaannya, sebagai desa wisata yang menjual keindahan bawah laut, sampah menjadi persoalan utama yang harus diatasi.
Pihaknya mengusulkan agar dipasang semacam jaring apung di selat Koja Doi agar sampah yang terbawa arus dan gelombang bisa terkumpul dan mudah diangkut.
“Jaring memang penting agar saat musim angin kencang dan gelombang besar sampah terutama plastik bisa terkumpul di jaring. Dengan begitu setiap hari kami bisa angkut,” ungkapnya.
La Anchol, salah seorang warga yang juga kapten kapal milik BUMDes Koja Doi mengakui setiap kali mengantar wisatawan untuk snorkling dan diving di perairan Koja Doi mereka mengatakan lautnya masih bersih.
Saat menyelam pun, kata dia, para wisatawan mengaku tidak menemukan sampah plastik di dasar laut dan tersangkut di batu-batu karang.
“Wisatawan asing pun mengakui laut di perairan Koja Doi sangat bersih dan karangnya masih terjaga. Mereka saja saat menyelam, sampah saja dikumpulkan termasuk puntung rokok, tidak dibuang ke laut,” terangnya.
La Anchol mengatakan, memang dulu sering ada pengeboman ikan oleh nelayan dari luar desa tapi saat ini sudah tidak terjadi lagi karena sering dikejar dan dimarahi nelayan setempat.
Saat ini ada beberapa terumbu karang yang rusak, tetapi itu akibat jangkar kapal motor nelayan yang biasa bersandar di perairan Koja Doi.
“Saat ini sudah ditegur dan diimbau kepada pemilik kapal agar saat membuang jangkar dan menariknya jangan merusak terumbu karang,” sebutnya.
Rahmadi salah seorang wisatawan asal kabupaten Bogor mengaku senang menyaksikan keindahan alam bawah laut teluk Maumere khususnya di wilayah perairan desa Koja Doi.
Menurutnya, selain alam bawah lautnya yang masih bagus, di perkampungan pun hampir tidak ditemukan sampah berserakan.
“Paling hanya ada satu dja saja botol plastik yang dibuang wisatawan atau masyarakat di jembatan batu atau areal bukit batu purba. Secara keseluruhan desanya sangat bersih,” pungkasnya.