513 Rumah di Desa Madura Kini Layak Huni Berkat Damandiri

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP – Kehadiran Yayasan Damandiri sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Setidaknya ada 513 rumah yang kini layak huni dan sehat berkat bantuan yang dikucurkan melalui KUD Mandiri Lestari Sejahtera.

Yayasan besutan Presiden RI ke-2, Soeharto ini berhasil membuat masyarakat Desa Madura mempunyai hunian yang sehat dan nyaman. Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, bantuan yang diberikan Yayasan Damandiri sudah berlangsung sejak tahun 2017.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, menjelaskan tentang berbagai program bantuan sosial dari Yayasan Damandiri, Rabu (27/11/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

Awalnya, bantuan bedah rumah diberikan untuk 10 rumah yang dinilai masuk kategori keluarga pra sejahtera. Satu rumah mendapatkan bantuan Rp25 juta, dengan peruntukan Rp20 juta untuk pembangunan rumah, Rp2.500.000 untuk pembangunan warung sebagai tempat usaha dan Rp2.500.000 untuk modal usaha.

“Setelah bedah rumah selesai dilaksanakan, turun lagi bantuan lantainisasi yang juga untuk keluarga pra sejahtera. Bantuan ini turun dalam tiga tahap, tahap pertama 72 rumah, kedua 78 rumah dan terakhir bulan Agustus 2019 ini, sebanyak 20 rumah, sehingga total ada 220 unit rumah yang mendapat bantuan lantainisasi dari yayasan,” terang Puji Heri, Rabu (27/11/2019).

Dalam waktu yang bersamaan, lanjut Puji Heri, yayasan juga memberikan bantuan program jambanisasi. Tahap pertama diberikan bantuan untuk 100 rumah dan tahap kedua ada 183 rumah yang mendapatkan bantuan jambanisasi.

Menurut Puji Heri, kesadaran warga terutama dari keluarga pra sejahtera untuk hidup sehat masih sangat kurang. Sehingga jamban belum dianggap sebagai kebutuhan vital oleh masyarakat.

“Sebagian dari mereka masih memanfaatkan sungai yang mengalir di desa untuk kegiatan MCK. Dengan adanya bantuan dari Yayasan Damandiri ini, setidaknya ada 283 rumah yang kini sudah memiliki jamban,” tuturnya.

Lebih lanjut Puji Heri menjelaskan, tahun 2017, dari pendataan yang dilakukan, jumlah keluarga pra sejahtera di Desa Madura ada 598 kepala keluarga (KK), dari total jumlah KK sebanyak 3.340. Dan sebagian besar dari keluarga pra sejahtera, belum memiliki jamban, sertai lantainya masih dari tanah.

Tak hanya bantuan untuk rumah hunian yang diberikan, pihak yayasan juga memberikan perhatian terhadap anak-anak dengan membangun lima sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pembangunan sekolah PAUD dilakukan pada tahun 2017-2018. Masing-masing sekolah dianggarkan Rp 50 juta untuk pembangunan gedung.

“Saat ini PAUD yang dibangun sudah memasuki tahun kedua untuk kegiatan belajar-mengajar. Para guru PAUD juga mendapatkan pelatihan dan sertifikasi dari yayasan, bahkan untuk gaji juga ditanggung yayasan selama satu tahun pertama,” pungkasnya.

Lihat juga...