Taman Limo Jatiwangi, Wisata Keluarga Bernuansa Desa

Editor: Mahadeva

BEKASI – Wisata Taman Limo, di Desa Jatiwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini menjadi salah satu pilihan lokasi berlibur bagi sebagian besar masyarakat Bekasi.

Taman Limo lokasinya berdekatan dengan Kawasan Industri MM2100. Berada di tengah pemukiman padat penduduk, dengan beragam tanaman hijau dan kolam mini. Taman Limo dibangun secara swadaya oleh masyarakat tanpa campur tangan pemerintah daerah setempat. “Sebenarnya Taman Limo hanya dikembangkan dengan konsep alam saja, wahananya cukup sederhana ada kolam renang khusus anak umur tujuh tahun, bebek gowes, sepeda becak,” ujar Tuan Item, pengelola Taman Limo Jatiwangi, kepada Cendana News, Minggu (6/10/2019).

Uniknya pengelola tidak memungut biaya masuk bagi pengunjung, dan hanya diminta membayar biaya parker. Untuk mobil Rp10 ribu, kendaraan roda dua Rp3.000. Taman Limo Jatiwangi, memiliki ratusan saung untuk tempat beristirahat sambil menikmati sajian kuliner yang tersedia. Saung disediakan secara gratis bagi pengunjung. Pengunjung juga bisa menikmati terapi ikan, dan memberi makan ikan yang ada di dalam danau. “Kecuali yang menggunakan saung jumlahnya lebih dari 20 orang dikenakan biaya Rp5.000 perorang. Kalau di bawah itu, saung cukup banyak dan gratis,” ungkap Tuan Item.

Tuan Item, Pengelola Taman Limo – Foto M Amin

Taman Limo dibangun memanfaatkan lahan tidur milik salah satu perusahaan di awal 2017 lalu. Pengembangannya melalui sistem kontrak per-dua tahun sekali, dengan perjanjian jika perusahaan sewaktu-waktu ingin membangun, maka lahan tersebut siap diberikan.

Taman Limo sendiri, memiliki luas enam hectare dengan sarana tempat pakir, danau buatan, flaying fox, panggung budaya, dan arena lainnya. Pengunjung yang datang setiap Sabtu dan Minggu, mencapai ribuan orang. Rata-rata yang datang membawa keluarga, untuk bersantai menikmati nuansa desa. “Kalau Sabtu Minggu, pengunjung bisa mencapai ribuan orang, tapi puncaknya pas hari Minggu biasa mencapai 2.000-an pengunjung. Itu dihitung dari jumlah kendaraan,” tandasnya.

Pengunjung bisa memancing di danau yang air-nya memanfaatkan sumber air resapan dan sumur bor yang dibangun sendiri. Di tempat tersebut, setiap minggu selalu ada hiburan music, baik dari pengelolaan sendiri atau dari luar. Tuan Item menyebut, pengelolaan Taman Limo sukses menarik pengunjung, tidak terlepas dari peran Kepala Desa Jatiwangi, yang terus memberikan dukungan dari awal hingga akhir.

“Kita tolak bantuan dari pemerintah daerah, karena kami mampu mengelola secara pribadi, kalau bantuan sudah sering ditawarkan. Kita ingin menunjukkan, bahwa tanpa bantuan daerah kita mampu membuat tempat wisata berkelas dan murah meriah,” ujarnya.

Taman Limo, dibangun oleh lima orang warga dan didukung langsung oleh Kepala Desa Jatiwangi. Dari mulai mencangkul dan lainnya, semua dilakukan oleh lima orang, hingga akhirnya jadi seperti sekarang. Bantuan dari perusahaan yang diberikan seperti sumbangan pohon. Sedangkan Kepala Desa Jatiwangi tercatat, tidak segan mengeluarkan dana pribadi untuk keperluan Taman Limo hingga jadi seperti sekarang.

Lihat juga...