Sumbangan Tersisa Miliaran, Pemprov Sumbar Data Kembali Perantau Wamena

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menurunkan jajarannya untuk turun ke daerah guna mendata keberadaan perantau Minang yang berada di sejumlah daerah.

Di Sumatera Barat, perantau yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua yang kini berada di kampung halaman, sebagian besar berada di Kabupaten Pesisir Selatan.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, setelah selesai melakukan pembayaran dana klaim tiket pesawat bagi perantau Wamena yang pulang ke kampung halaman, kini masih ada sekitar Rp3 miliar lebih uang sumbangan yang tersisa di rekening Sumbar Peduli Sesama.

Dikatakannya, uang yang tersisa itu direncakan bakal dibagikan kembali untuk perantau yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, terutama untuk toko atau warung yang rusak akibat dibakar.

Untuk melakukan pembagian sejumlah bantuan itu, Pemprov Sumatera Barat perlu mendata ulang, siapa saja yang asetnya seperti toko atau warung yang ada di Wamena yang dibakar akibat kerusuhan tersebut.

Setelah nanti usai didata, barulah Pemprov Sumatera Barat menentukan berapa jumlah yang bakal diberikan.

Selain untuk bantuan bentuk fisik usaha perantau di Wamena, uang sumbangan yang tersisa tersebut, juga bakal diperuntukkan bagi anak-anak yang kini ada di kampung halaman tengah bersekolah. Karena ada informasi bahwa anak-anak yang bersekolah tersebut, kekurangan perlengkapan sekolah mereka.

“Sumbangan ini adalah dari masyarakat, jadi kita harus transparan. Nah sekarang uang yang ada di rekening masih tersisa setelah melakukan pembayaran klaim tiket pesawat. Kita berpikir untuk membantu toko atau warung yang terbakar di Wamena akibat kerusuhan yang terjadi tersebut. Makanya, kita turunkan dinas yang terkait melakukan pendataan,” katanya yang ditemui usai rapat di ruang kerjanya, Kamis (31/10/2019).

Wagub juga menyatakan pendataan di lapangan akan melibatkan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Biro Rantau, dan Biro Bina Mental, serta dibantu Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan.

Mereka akan turun ke lapangan, melakukan pendataan lagi. Ditargetkan hari Senin atau pada tanggal 4 November 2019 mendatang, barulah rapat lagi dan di sanalah ditentukan jumlah bantuan yang akan diberikan.

“Sejumlah dinas itu perlu turun, dan seperti di Pesisir Selatan juga minta bantuan mereka. Karena memang dari Pemkab Pesisir Selatan belum memiliki data yang pasti. Diharapkan dua hari pendataan itu selesai, sehingga hari Senin besok itu sudah ditentukan nilai yang akan diberikan kepada korban,” ucapnya.

Menurutnya, untuk sistem pemberian bantuan itu, akan dilakukan dengan cara transfer ke rekening bank masing-masing penerima bantuan. Cara tersebut dilakukan agar ada pencatatan by name by address dari Pemprov Sumatera Barat ke pemerintah.

Sementera itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Jumadi, mengatakan, besok jajarannya akan turun ke Kabupaten Pesisir Selatan dan turun bersama Dinas Sosial setempat. Alasan langsung menuju ke Pesisir Selatan, karena daerah di sana merupakan perantau Wamena yang terbanyak di Sumatera Barat.

“Ya kami dapat perintah untuk melakukan pendataan ini selama dua hari. Moga-moga selesai, dan Senin besok sesuai rencana, sudah bisa diketahui datanya, dan sudah ada pula jumlah uang yang bisa dibagikan kepada yang menerima nantinya,” katanya.

Jumadi menyebutkan, selama ini segala bantuan yang telah dilakukan sumber dana dari sumbangan yang masuk ke rekening Sumbar Peduli Sesama yang ditangani langsung oleh Biro Bina Mental Setdaprov Sumatera Barat.

Kini, dengan adanya uang yang tersisa Rp3 miliar lebih, perlu dibagikan kepada mereka, dengan sistem transparan.

“Yang kita kumpulkan ini adalah uang masyarakat, jadi jika tersisa uangnya harus dihabiskan khusus untuk perantau kita dari Wamena itu. Kalau tiket sudah selesai dibayarkan klaimnya, dan sekarang kita targetkan membantu kerugian toko atau warung yang dirusak akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena,” tegasnya.

Lihat juga...