Sinergi Perayaan Cerebral Palsy, Targetkan Jakarta Peduli Difabel

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Dukungan pada cerebral palsy atau difabel daksa tahun ini, ditunjukkan dengan menghadirkan warna hijau di sebagian wilayah Jakarta. Dengan mengunggah foto dengan latar belakang warna hijau, mengindikasikan dukungan kepada anak-anak dengan cerebral palsy.

Tercatat ada sekitar 7 juta anak dengan cerebral palsy di seluruh dunia dan ada 10.000 kelahiran setiap tahunnya yang berpotensi untuk mengidap cerebral palsy.

Wakil Kepala Sekolah Saraswati Learning Center (SLC), Merciliana Sen -Foto: Ranny Supusepa

Wakil Kepala Sekolah Saraswati Learning Center (SLC), Merciliana Sen, menyebutkan bahwa cerebral palsy merupakan gangguan pada cerebrum, yaitu salah satu bagian pada otak yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk bergerak.

“Cerebral palsy merupakan gangguan pada satu bagian tubuh atau lebih yang menyebabkan mereka sulit untuk bergerak dan melakukan kegiatan sehari-hari,” kata Merci saat peringatan cerebral palsy sedunia yang mengambil lokasi di Terowongan Kendal Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Tapi, Merci menegaskan, penderita cerebral palsy bukannya tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Mereka hanya membutuhkan waktu yang lebih lama dari orang yang tidak mengidap cerebral palsy.

“Lingkungan mereka harus disesuaikan untuk kebutuhan mereka. Kita harus lebih peduli dan lebih percaya pada kemampuan mereka. Bahwa mereka, para difabel dalam kasus hari ini cerebral palsy bahwa mereka memiliki kemampuan,” ucapnya.

Ia mencontohkan jalur jalan untuk cerebral palsy yang menggunakan kurs roda, tentunya membutuhkan jalur yang bisa dilewati oleh kursi roda, bukannya tangga.

“Kalau sudah ada jalurnya, maka mereka akan bisa melewatinya,” tandas Merci.

Pada acara peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia kali ini, selain SLC dan komunitas cerebral palsy, terlibat juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemprov DKI Jakarta dan jajarannya serta PT. MRT Jakarta.

Perwakilan MRT Jakarta, Angga Setiyardi menyatakan kebanggaannya bisa bekerja sama dalam meningkatkan kepedulian pada kaum cerebral palsy.

“Kami sangat menyadari peran kami, MRT Jakarta dalam menyediakan transportasi yang bisa memberikan kenyamanan pada kaum difabel. Kami menunjang kenyamanan dengan menyediakan tempat duduk khusus bagi para difabel dalam melakukan perjalanan. Juga jalur jalan bagi pengguna kursi roda,” kata Angga.

Dan bukan hanya memfasilitasi kegiatan di lokasi acara, Angga menyebutkan kepedulian MRT Jakarta juga ditunjukkan dengan menampilkan acara peringatan cerebral palsy yang bernuansa hijau pada layar MRT.

Camat Cempaka Putih, Andri Ferdian, mengharapkan dengan adanya acara ini, maka masyarakat akan semakin peduli dan mengerti akan kebutuhan para difabel.

“Kita itu ingin membantu tapi terkadang tidak tahu caranya. Karena itu, saya sangat mendukung kegiatan SLC dan lembaga sejenis untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat, termasuk kami para aparat pemerintah terkait apa yang dibutuhkan para difabel,” ucapnya.

Sehingga akan terjadi sinergi yang memberikan suatu kesempatan bagi para difabel untuk menjadi mandiri sesuai dengan kemampuan mereka.

“Dengan diadakannya perayaan ini dengan membagikan foto yang menghadirkan warna hijau dan hastag, diharapkan masyarakat akan semakin peduli dan mengerti tentang anak-anak difabel,” pungkasnya.

Lihat juga...