Pabrik Gula Kelapa dan Tapioka Damandiri Segera Beroperasi

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Pabrik pengolahan gula kelapa dan pengolahan tepung tapioka di Desa-Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sudah berdiri megah di tepi jalan utama Cilongok-Purwokerto. Pembangunan pabrik tinggal finishing dan beberapa peralatan untuk pengolahan gula kelapa dan tepung tapioka juga sudah mulai berdatangan.

Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat, mengatakan, rencana pengoperasian dan peresmian pabrik memang mengalami kemunduran waktu sedikit. Awalnya, peresmian pabrik direncanakan pada awal November, namun mundur tiga minggu.

“Memang ada kemunduran dari waktu yang direncanakan di awal, semua itu karena berbagai faktor, salah satunya supaya persiapan yang kita lakukan lebih matang lagi,” jelas Riyan, Minggu (27/10/2019).

Untuk pengoperasian awal, pabrik baru akan memperkerjakan 10 orang pekerja, terdiri lima orang pekerja untuk pengolahan tepung tapioka dan lima sisanya untuk pengolahan gula kelapa.

Nantinya, penambahan tenaga kerja sudah pasti ada dan dilakukan secara bertahap, sesuai kebutuhan pabrik.

Sejumlah pekerja tampak sedang bekerja di bagian dalam pabrik pengolahan gula kelapa dan tepung tapioka di Desa-Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Minggu (27/10/2019) -Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita dari koperasi mulai belanja bahan baku pada minggu ke dua November dan langsung diolah di pabrik, sebagai uji coba pengolahan pertama,” terangnya.

Keberadaan pabrik dari Yayasan Damandiri ini sangat menarik perhatian warga sekitar. Terlebih saat bangunan pabrik sudah terlihat megah berdiri di tanah bengkok milik desa setempat seluas 1,7 hektare.

Tanah bengkok tersebut disewa oleh Yayasan Damandiri untuk mendirikan pabrik serta membuka demplot tanaman melon dan cabai, serta peternakan. Pembangunan ini merupakan salah satu bagian dari program pemberdayaan keluarga, Desa Mandiri Lestari.

Riyan mengaku sudah banyak mendapatkan pertanyaan dari warga Desa Cilongok tentang keberadaan pabrik. Mulai dari yang menanyakan lowongan pekerjaan di pabrik, hingga para petani yang ingin ikut menyuplai bahan baku ke pabrik.

“Para petani penderes dan petani singkong sudah banyak yang menanyakan ke kita, apakah mereka bisa ikut menyuplai bahan baku dan sebagainya. Sebab, harga beli bahan baku singkong maupun nira yang kita tawarkan lebih bagus dari harga yang selama ini diterima oleh para petani,” kata Riyan.

Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, Riyan Hidayat, saat ditemui di lokasi pembangunan pabrik pengolahan gula kelapa dan tepung tapioka di Desa-Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyuma, pada Minggu (27/10/.2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

Koperasi Utama Sejahtera Mandiri selaku kepanjangan tangan Yayasan Damandiri, sudah membentuk kelompok-kelompok penderes per RW, untuk menyerap bahan baku nira dan singkong. Saat ini, total sudah ada 256 orang penderes dan sekitar 30 orang petani singkong yang siap bekerja sama menyuplai bahan baku ke pabrik.

Dari perhitungan awal, setiap harinya pabrik akan menyerap nira sebanyak 1.500 hingga 2.000 liter. Jumlah tersebut untuk memenuhi target produksi awal gula kelapa sebanyak 1 ton per bulan.

“Semoga saja semua persiapan berjalan lancar, dan rencananya peresmian pabrik nanti akan dilakukan oleh pembina yayasan, Bob Hasan,” pungkasnya.

Lihat juga...