Melestarikan Budaya Wujud Cinta Bangsa dan Negara

MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke menggelar Festival Budaya Perbatasan Suku Kanum, di Lapangan Kampung Rawabiru, Distrik Sota, Merauke, Papua, Jumat-Sabtu (25-26/10).

Kali ini, festival budaya perbatasan menampilkan budaya Suku Kanum, salah satu suku yang terdapat di Kabupaten Merauke. Festival ini juga diikuti oleh warga negara Papua Nugini, yang berjumlah 150 orang. Hal ini menunjukkan wujud keharmonisan antarkedua negara.

Pasi Intel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad, Lettu Inf. Asep Saepudin, dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Sabtu (26/10), menyebutkan, pembukaan festival budaya diawali dengan Tari Berburu dan Perang khas Suku Kanum, dengan memainkan alat musik Tifa, bakar batu dan pukul babi.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya festival budaya tahunan ini. Menurutnya, festival budaya perbatasan merupakan salah satu wadah untuk bersama-sama melestarikan budaya dan mengangkat potensi di Kabupaten Merauke, khususnya.

“Atas nama Bupati Merauke, saya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI-POLRI yang telah menjaga stabilitas keamanan, sehingga Merauke selalu nyaman untuk dikunjungi,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) RI-PNG, Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad, Mayor Inf.  Rizky Aditya, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pengamanan demi mendukung kelancaran dan kesuksesan acara festival budaya perbatasan ini.

“Melestarikan budaya adalah bagian dari wujud cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Dalam pembukaan festival, tampak hadir Perwakilan Kemenko Polhukam RI, Kolonel Inf. I Gede Agit Thomas, Badan Pengelola Perbatasan Daerah, Kepala PMK Merauke, Danlantamal XI/Merauke, Ketua DPRD Merauke, Forkopimda Merauke, Perwakilan BNPP Pusat, Danramil Sota, Kapolsek Sota dan tamu undangan. (Ist)

Lihat juga...