Jelang Pancaroba, Optimalkan Pemangkasan Ranting Pohon

SURABAYA – Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Jatim, mengoptimalkan pemangkasan ranting pohon di jalan-jalan protokol menjelang pancaroba.

Sekretaris DKRTH Kota Surabaya, Ipong Wisnoewardono, di Surabaya, Sabtu, mengatakan, pihaknya akan lebih rutin melakukan pemantauan kondisi pohon-pohon yang sekiranya berpotensi tumbang di seluruh kota itu.

“Kami juga akan rutin melakukan perantingan pohon-pohon setiap harinya,” katanya.

Pemangkasan ranting pohon juga mengantisipasi agar tidak ada lagi pohon tumbang seperti di Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya, Kamis (10/10), yang menimpa tiga pengendara motor, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Saat pemangkasan itu, pihaknya selalu menerjunkan enam tim khusus setiap hari, mulai dari lima rayon taman dan satu regu di luar rayon, serta didukung mobil “skywalker”. Satu regu terdiri atas 7-9 orang.

Ia menjelaskan tim khusus pemangkasan ranting pohon bekerja mulai pukul 06.00–17.00 WIB. Kegiatan itu secara serentak di semua rayon taman, yakni Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Barat, Surabaya Utara, dan Surabaya Selatan.

“Rata-rata setiap hari memangkas 10-15 pohon di setiap regunya,” ujarnya.

Ia memastikan lokasi-lokasi yang disasar untuk pemangkasan itu hampir di seluruh akses jalan raya.

Namun, lanjut dia, prioritasnya di jalan utama atau arteri, termasuk kawasan-kawasan perumahan.

“Setiap hari, ada jadwalnya perantingan di jalur mana saja,” katanya.

Pemangkasan dilakukan pada pohon-pohon yang sudah lebat, sedangkan pohon yang batangnya sudah keropos, DKRTH biasanya langsung menebangnya.

“Salah satu penyebab keropos itu biasanya ada yang bakar sampah di dekat pohon itu,” katanya.

Pemangkasan ranting pohon dilakukan DKRTH di jalan utama, memang terkadang menyebabkan laju kendaraan di jalan melambat. Oleh karena itu, di setiap titik yang dilakukan pemangkasan, pihaknya memberikan informasi kepada masyarakat yang melintas.

“Kadang memang menyebabkan macet, makanya kita beri informasi dan aba-aba pada pengendara,” katanya.

Apabila kegiatan pemangkasan ranting di jalur PLN dan berpotensi membahayakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PLN.

Langkah itu, katanya, penting dilakukan untuk mematikan sementara aliran listrik di lokasi setempat.

“Apalagi, batang pohon yang akan dipangkas itu berada di tengah-tengah kabel listrik, sehingga perlu dimatikan sementara,” ujarnya.

Biasanya, lanjut dia, frekuensi pemangkasan ranting pohon meningkat menjelang pancaroba, terutama saat musim kemarau ke hujan. Pada masa-masa itu, biasanya aktivitas tim khusus pemangkasan ranting pohon di puncak kesibukan. Bahkan, mereka tak jarang kerja 24 jam.

“Pada masa-masa itu, biasanya tiap regu per hari memangkas sedikitnya 20 pohon, sehingga diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...