Fasilitas Terbatas, Tidak Halangi Aktivitas Belajar Mengajar di SD Swasta Muara Pegah

Editor: Mahadeva

MUARA PEGAH – Di tengah minimnya fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki Sekolah Dasar (SD) swasta di Muara Pegah, para siswa dan guru tidak patah semangat untuk menggelar belajar mengajar.

Sekolah yang ada di Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, tersdebut berdiri sejak 1996. Terbatasnya fasilitas sekolah dikarenakan, lokasi sekolah berada di pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bahkan, untuk menuju lokasi Desa Muara Pegah, harus menggunakan perahu dengan menghabiskan waktu sekira 20 menit dari Kelurahan Handil. Penduduk di desa tersebut sekira 203 jiwa, dengan jumlah 49 Kepala Keluarga (KK).

Bangunan sekolah terbuat dari kayu. Ada sekira 42 siswa yang belajar. Sekolah memiliki enam ruang kelas, ukuran sesuai dengan jumlah muridnya yang tidak lebih dari 20 siswa. Pembangunan sekolah swasta tersebut, berangkat dari keprihatinan anak-anak di daerah tersebut tidak bisa bersekolah.

Kepala Sekolah SD Muara Pegah, Sukmawati saat ditemui Cendana News, Kamis (17/10/2019) – Foto Ferry Cahyanti

Mereka harus pergi jauh menyeberang ke Handil, agar bisa mengenyam bangku pendidikan. Namun, saat ini renovasi ruang belajar harus dilakukan. Saat ini sekolah masigh membutuhkan meja dan kursi karena jumlah siswa bertambah dan asset yang ada dalam kondisi rusak.

Kepala Sekolah SD Muara Pegah Sukmawati menjelaskan dengan kurangnya meja dan kursi sebagian siswa belajar tanpa menggunakan kursi dan meda. “Swasta ada dana Bos, hanya saja tidak cukup kalau dibelikan kursi dan meja, untuk gaji guru juga pas-pasan,” jelasnya. Guru-guru tidak mendapatkan gaji sesuai UMK. Mereka setiap bulann mendapat honor Rp270 ribu. “Di sekolah ini terdapat satu guru lulusan SD Swasta Muara Pegah yang juga mengabdi untuk mengajar di sekolah tersebut,” ujarnya.

Siswa yang belajar di SD Muara Pegah, juga berasal dari desa lain seperti Muara Ulu Kecil dan Besar. Jarak dari desa tersebut ke SD Muara Pegah sekira satu jam menggunakan transportasi laut. Untuk memudahkan guru pengajar datang ke lokasi sekolah, delapan guru pengajar mendapatkan bantuan sembako dari Pos Angkatan Laut, yang berada di kampung mereka termasuk bantuan kapal kayu.

Lihat juga...