Eksplorasi Migas di Perbatasan Perlu Dipacu

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) migas, mencatat potensi sektor tersebut di perbatasan cukup banyak. Hanya perlu memacu eksplorasi di wilayah perbatasan Kalimantan.

Wakil Ketua SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, menjelaskan dalam memenuhi dan mempercepat implentasi BBM satu harga, eksplorasi di wilayah perbatasan Kalimantan perlu dipacu.

“Dengan strategi itu, kalau produksi dilakukan di sekitar perbatasan, hal tersbut juga bisa memenuhi kebutuhan BBM di kawasan itu, sekaligus mendukung BBM satu harga,” terangnya, Selasa (1/10/2019).

Saat ini, di Kalimantan sudah ada beberapa pengerjaan dari Pertamina Hulu Energi (PHE) di wilayah Kalimantan Utara. “Di Natuna, potensi ada, dan Kaltara, Nunukan, wilayah perbatasa juga ada potensi. Kemudian, kami sedang melihat potensi migas di Papua Barat. Di sana ada potensi, dan kami sedang melihat,” sebut Fatar Yani.

Direktur Eksplorasi PHE, Abdul Mutalib Masdar, mengungkapkan upaya eksplorasi dilakukan secara optimal dengan pemburuan cadangan migas yang ada di Kalimantan Utara, utamanya di Basin Tarakan.

Dengan melihat potensi migas di wilayah tersebut, akan bisa dioptimalkan dengan kerja keras dan teknologi baru.

“Potensi yang ada di Tarakan Basin, yakni lebih dari dua miliar setara minyak (BBOE), sebagian dari potensi ini dimiliki oleh PHE dengan memegang operatorship di empat Wilayah Kerja (WK), yaitu Nunukan, Simenggaris, Maratua, dan East Ambalat,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya telah menemukan cadangan migas melalui pengeboran Sumur Parang-1 di Blok Nunukan. Potensi cadangan blok ini diperkirakan mencapai 221 juta barel setara minyak, yang merupakan salah satu dari 10 penemuan migas terbesar di dunia.

Namun demikian, potensi cadangan migas besar tidak serta merta membuat pengembangan blok ini dapat dilakukan dengan mudah. Karena tantangan lain dalam pengembangan lapangan migas, utamanya dengan mayoritas produksinya adalah gas.

“Lokasi ada di area perbatasan Indonesia dan Malaysia, sehingga bila Pertamina berhasil mengeksplorasi, tentu memperkuat otoritas politik Indonesia,” ujarnya.

Lihat juga...