YOGYAKARTA – Kekeringan yang melanda wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, akibat kemarau, makin meluas sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman melakukan pasokan air bersih setiap hari di kawasan itu.
“Kawasan yang kekeringan saat ini bertambah di Desa Sumberharjo. Ada tiga dusun yang mengalami kesulitan air bersih, yakni Dusun Gamparan, Dayakan dan Sengir,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, di Sleman, Jumat (4/10/2019).
Menurut dia, di tiga dusun tersebut total ada 250 kepala keluarga (KK) yang terdampak kemarau tahun ini.
“Namun, sebenarnya tiga dusun tersebut tidak mengalami kekurangan air. Sebab, ada sumur bor di Dusun Bleber Lor yang bisa memasok air untuk tiga dusun tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, pada tahun ini sumur bor yang ada di Bleber Lor tidak dioperasionalkan, karena adanya keberatan dari warga setempat.
“Karena warga Bleber Lor tidak menghendaki operasional sumur bor, maka sumur itu saat ini tidak beroperasi,” katanya.
Akibat tidak beroperasinya sumur bor, empat dusun yang berada di atas menjadi terdampak, yaitu Gamparan, Dayakan dan Sengir. Ketiganya di Desa Sumberharjo dan satu dusun lagi yang terdampak, yaitu Dusun Watukangsi Desa Wukirharjo.
“Namun untuk Watukangsi sudah ada solusi, yaitu mengambil dari jaringan yang ada di Grogol,” katanya.
Kemudian, untuk tiga dusun di Sumberharjo, mulai Rabu (2/10), BPBD Sleman telah menyalurkan 20 tangki air. Masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter.
“Rencananya, droping air akan dilakukan setiap hari. TRC BPBD Sleman telah mengisi bak induk di Dusun Dayakan dengan kapasitas 100 meter kubik,” kata Makwan.
Kepala Desa Sumberharjo, Lekta Manuri, mengatakan tidak ada penolakan dari warga atas beroperasinya sumur bor di Dusun Bleber Lor.
Menurut dia, tidak beroperasionalnya sumur itu karena adanya pembenahan alat yang membuat performa pompa terganggu.
“Karena sumur itu sudah 15 belas tahun, jadi perlu pembenahan,” katanya.
Ia mengatakan, pembenahan itu bukan hanya pada alat. Namun, juga pengelolaan. Yaitu dengan melibatkan masyarakat.
“Mumpung ada pembenahan, jadi sekalian nantinya bisa dikelola masyarakat untuk kepentingan bersama-sama, cuma gitu aja. Jadi tidak ada masalah, hanya pembenahan alat dan pengelolaan saja,” katanya. (Ant)