SDN 20 Tambang Pesisir Selatan Terkendala Sarpras Belajar

Editor: Makmun Hidayat

PESISIR SELATAN — Sekolah Dasar (SD) Negeri 20 Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, merupakan salah satu sekolah dasar di Pesisir Selatan yang terbilang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) belajar, terutama untuk meja dan kursi.

Kepala SD Negeri 20 Tambang, Samsidir, mengatakan, sekolah yang berada dilingkungan padat penduduk, membuat murid-murid yang di sekolah tersebut cukup banyak yakni hampir mencapai 100 orang. Supaya bisa membuat murid-murid nyaman belajar, kondisi meja dan kursi belajar tidak begitu mendukung. Sementara dari pihak sekolah tidak memiliki dana yang cukup untuk memperbaiki keterbatasan sarana dan prasarana tersebut.

“Sekolah ini keberadaannya dekat dengan daerah pemukiman penduduk. Jadi selain menjadi sebuah sekolah, terkadang juga ada warga menjadikan SD Negeri 20 Tambang sebagai tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat, apabila pertemuan besar,” katanya, Kamis (05/09/2019).

Menurutnya masih bisa diterima jika kondisi demikian hanya untuk sebuah tempat kegiatan berkumpulnya masyarakat, tapi jika untuk fasilitas proses mengajar, amat memprihatin rasannya. Karena ada meja yang kayunya sudah lapuk sehingg jadi bergoyang saat digunakan. Kursinya juga begitu, ada yang patah satu, dan bahkan sudah diganti dengan kayu pohon.

Untuk itu, Samsidir berharap, kondisi tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah. Sehingga apa yang telah dicita-citakan yakni guna terwujudnya pembangunan pendidikan yang berkualitas, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai.

“Nah itu kondisi dulunya, setelah kami pihak berupaya menyampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, ternyata direspon dengan baik. Segala kekurangan yang dimaksud, dibantu oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.

Kini, bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatara Barat itu, ada sebanyak 24 unit meja dan kursi belajar. Dengan adanya bantuan tersebut, kondisi tersebut dapat memotivasi agar anak lebih giat berlajar, guna terwujudnya generasi muda yang handal, inovatif, dan kreatif .

Salah seorang Wali Nurid SD Negeri 20 Tambang, Asrial, mengakui, masyarakat sudah lama mendambakan adanya meja dan kursi belajar yang memadai untuk anak-anak di sekolah tersebut. Kini dengan telah dibantunya oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, seperti telah memberikan harapan, bahwa anak-anak mereka bisa lulus dengan kualitas pendidikan yang lebih baik nantinya.

“Saya sering bertanya kepada anak saya yang berada di kelas III, tentang apakah senang di sekolah. Tapi terlihat sekali rawut wajahnya tidak begitu bersemangat. Artinya anak-anak itu butuh kenyamanan saat berada di lingkungan sekolah dan juga saat belajarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pesisir Selatan, Zulkifli, menyebutkan, sekolah setingkat SD sebenarnya memang merupakan kewenangan dari daerah dan bukan di tingkat provinsi, dan yang menjadi wewenang tingkat provinsi hanyalah SMA/SMK saja. Tapi atas bantuan yang telah diberikannya itu, sedikit banyakya telah membantu Dinas Pendidikan di daerah dan juga bagi sekolah yang telah dibantu.

“Kita tentunya ingin sekolah-sekolah itu memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Tapi kembali lagi soal anggaran, sangat minim untuk secara intens memberikan bantuan fasilitas kepada sekolah-sekolah seperti halnya SD. Apalagi di Pesisir Selatan itu, jumlah SD melebihi angka 300 sekolah. Jadi jikapun ada bantuan, harus bergantian dan tidak bisa sekaligus,” ungkapnya.

Namun, Zulkifli menyatakan, terlepas dari soal kondisi sarana dan prasarana di sekolah. Untuk memacu peningkatan kualitas tenaga kependidikan, pemerintah Pesisir Selatan selenggarakan seleksi terhadap guru, kepala sekolah, dan tanaga pengawas berprestasi.

“Melalui seleksi guru, kepala sekolah, dan tenaga pengawas beprestasi ini, maka para pelaku kependidikan di daerah ini terus berpacu meningkatkan kualitasnya sesuai dengan bidang yang peraninya,” kata Zulkifli.

Lihat juga...