Bangkai MV Viking, Jadi Perhatian Wisatawan di Pantai Barat Pangandaran
Editor: Mahadeva
PANGANDARAN – Bangkai kapal MV Viking Lagos, yang teronggok di perairan Bantu Mandi, pantai pasir putih barat, Pangandaran, Jawa Barat menjadi perhatian wisatawan. Keberadaanya dijadikan sebagai objek untuk berswafoto.
MV Viking Lagos, adalah kapal tangkapan kementerian kelautan di perairan Natuna Provinsi Kepri, pada 2016 lalu. Kapal diamankan karena kasus ilegal fishing. Bangkai kapal tersebut saat ini posisinya terbalik. “Bangkai kapal itu, sudah lama teronggok di Pantai Barat Pangandaran, dulu masih rata. Tapi sekarang sudah terbalik seperti itu, pengunjung banyak ke lokasi itu saat laut surut untuk berswafoto,”ungkap Kasimin, Polisi Hutan, dari Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Jabar, Minggu (29/9/2019).
Di Pantai Pasir Putih Barat Pangandaran, selain terdapat onggokan kapal ilegal fishing, juga banyak goa peninggalan zaman Jepang dan goa lainnya yang sudah masuk menjadi cagar budaya di dalam wilayah konservasi.

Ubad (50), pemilik perahu pembawa wisatawan ke beberapa lokasi wisata menyebut, kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran banyak ditemui menjelang akhir pekan dan libur panjang. Pengunjung yang datang banyak dari luar Kabupaten Pangandaran seperti Garut, Bandung, Tasik dan Jakarta. Banyaknya pengunjung yang datang, menguntungkan pemilik perahu karena banyak yang menggunakan perahu ke beberapa lokasi wisata. Banyak pengusaha hotel atau penginapan di Pangandaran saat ini, mengeluh dengan maraknya tempat seperti rumah yang dijadikan tempat peristirahatan sementara.
“Penginapan resmi seperti hotel ditarik pajak. Yang lebih meresahkan pengusaha penginapan itu karena setiap malam petugas pajak datang menghitung jumlah yang menginap di hotel atau penginapan resmi. Tetapi wisatawan banyak yang datang menggunakan fasilitas penginapan rumah warga,” tandasnya.
Untuk masuk lokasi Desa Pangandaran, setiap tamu dikenakan biaya Rp65 ribu sesuai Perda setempat. Biaya itu untuk kendaraan mini bus, dengan rincian retribusi tempat rekreasi Rp50 ribu, parkir Rp5.000, sampah Rp5.000, ditambah premi asuransi kecelakaan pengunjung Rp5.000. “Memang pak, biaya masuk itu untuk pengunjung. Kalau warga yang berdomisili di sini ada stiker khusus. Biaya masuk wisata pantai Pangandaran itu banyak dikeluhkan pengunjung,” ujar Asep, seorang pemilik warung.
Hal lain yang harus diperhatikan saat berkunjung ke Pantai Pangandaran untuk dapat memperhatikan barang bawaannya seperti handphone, dompet, sepatu. Selip sedikit, barang tersebut akan hilang. Di lokasi tersebut, terdengar berita kehilangan diumumkan hampir setiap waktu.