Balikpapan Optimis Besaran DID Bertambah
Editor: Koko Triarko
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan, optimis tahun ini mampu mengurangi sampah plastik dari kebijakan pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan pada tahun ini akan menambah perolehan Dana Insentif Daerah (DID).
Pada 2018, pemerintah kota Balikpapan memperoleh DID sebesar Rp11 miliar. Tahun ini juga kota bertajuk Madinatul Iman tersebut juga berhasil meraih juara dua ‘Waste to Energy’ secara nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, senilai Rp20 miliar dalam bentuk barang.
“Insyaallah, DID naik lagi, tapi saya belum tahu besarannya. Yang pasti kami terus melaporkan setiap progress ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ucap Suryanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, usai sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik, Senin (23/9/2019).
DLH juga mengajukan peralatan pendukung dari alat berat untuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, truk dan kendaraan tiga roda untuk mengangkut sampah. “Mudah-mudahan awal 2020, Kementerian PUPR menyerahkan hadiahnya ke Balikpapan,” tukasnya.

Dia menargetkan, pengurangan sampah mencapai 30 persen dan penanganan 70 persen. Khusus untuk pengurangan sampah lebih banyak bersentuhan dengan masyarakat.
“Bila penanganan ada di sektor pemerintah, pengumpulan, penyapuan, pengangkutan, itulah sektor penanganan yang targetnya 70 persen. Bisa dari target, ya lebih bagus,” kata Suryanto.
Maka, DLH kembali membidik pengurangan timbulan sampah plastik dan styrofoam yang berasal dari toko-toko serta pasar tradisional. Sedangkan penerapan terhadap ritail modern sudah dijalankan sejak 2018.
Menurutnya, pengurangan timbulan sampah di Kota Balikpapan masih berkisar 19,8 persen dari 500 ton sampah per hari. Target pengurangan hingga 30 persen harus tercapai pada 2025. Sedangkan sampah plastik yang berhasil dikurangi mencapai 60 ton per bulan. “Hal ini masuk di laporan pengurangan dalam Kebijakan dan Strategi Daerah,” ujarnya.
Jakstrada yang disebut Suryanto, mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis serta pengurangan sampah plastik yang dilaporkan setiap tiga bulan ke KLHK.
“Nanti KLHK menginventarisasi, kalau belum tercapai target, mungkin nanti ada arahan oleh KLHK. Yang pasti, kami harus menekan penanganan sampah ke TPA dan menaikkan angka pengurangan sampah,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Sampah Spesifik dari Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian LHK, Tunjung Puitika, mengapresiasi Pemkot Balikpapan lebih maju dalam upaya pengelolaan sampah.
“Kami harapkan ada beberapa kegiatan yang bisa mengurangi sampah plastik, dan Jakstrada tentu harus bisa mencapai target nasional,” pungkasnya.