Tiga ‘Event’ di Sumbar Masuk 100 Wonderful Event Kemenpar RI

Editor: Koko Triarko

PADANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, ditunjukkan dengan terpilihnya tiga event di daerah itu yang menjadi bagian dari 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata RI.

“Dari lima event yang kita usulkan pada 2018, terpilihlah tiga event kita masuk bagian Wonderful Event Kementerian Pariwisata, yakni Pasa Harau Art And Cultural Festival, Tour de Singkarak (TdS) dan Festival Budaya Minangkabau,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian, saat dihubungi dari Padang, Kamis (15/8/2019).

Disebutkanya, ketika pengusulan Kementerian Pariwisata membatasi hanya lima event saja, maka pihaknya melakukan evaluasi dari berapa event dari Kabupaten dan Kota yang memenuhi indikator penilaian. Kemudian, dipilihlah lima event di Sumatra Barat.

“Selain tiga event yang terpilih itu, dua event lain yang kita usulkan, yakni Festival Tabuik dan Padang Indian Ocean Music Festival (PIOM Fest),” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian, saat ditemui di ruang kerjanya/ Foto: M. Noli Hendra

Menurut Oni, terpilihnya tiga event itu sesuai dengan presentasi pihaknya bersama Kabupaten dan Kota yang memiliki event yang diusulkan tersebut. Kemenpar menilai, tiga event itu memenuhi indikator penilaiannya.

“Penilaian itu, pertama karena kepala daerah yang memiliki daerah tempat event itu berlangsung dinilai memiliki komitmen untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya. Kedua, event itu mempunyai nilai khas budaya tersendiri. Itu terkait dengan peran serta masyarakat, sebab mereka menilai event yang baik itu memiliki khas budaya dan mengakar di tengah masyarakat,” terangnya.

Kemudian penilaian terakhir, ungkap Oni, event itu mesti dapat menghasilkan keuntungan, sebab selama ini event masih diramaikan wisatawan lokal yang datang. Sehingga, mereka mengharapkan event sudah bisa mendatangkan wisatawan dari daerah lain atau luar negeri.

Dengan terpilihnya tiga event di Sumatra Barat masuk dalam bagian Wonderful Event Kementerian Pariwisata, tindaklanjutnya ke depan diharapkan Kementerian dapat membantu dari segi promosi.

“Nanti kementerian dari segi promosinya, dan kita akan memberikan materi dan idenya. Sebab, untuk mendatangkan wisatawan melalui event, tentunya anggaran mesti seimbang. Contohnya, satu event itu anggarannya Rp1 miliar, 50 persen untuk promosi dan a 50 persen lagi bagian penyelengaraannya. Jika begitu pembagiannya, kita yakin event akan meriah dan akan menarik lebih banyak wisatawan yang datang berkunjung,”  katanya.

Karena itu, dengan tiga event terpilih yang memang mengarah kepada khas budaya dan lebih kepada partisipasi masyarakat, maka event ini akan lebih dikembangkan lagi. Sebab, wisatawan dari luar Sumbar pasti ingin melihat pesona yang ditawarkan Sumatra Barat, dengan potensi yang dimiliki, apalagi budaya Minangkabau telah dikenal luas di beberapa negara, termasuk ada berapa ikatan kebudayaan dengan negara lainnya.

Untuk diketahui, Pasa Harau Art And Cultural Festival akan berlangsung di Kabupaten Lima Puluh Kota pada 16-18 Agustus 2019. Dalam festival budaya ini akan ditampilkan, di antaranya Harau Performing Art, Harau Adventure Run (Harau Berjejaring), Pacu Jawi, serta Jelajah Harau/Mengejar Embun Lembah Harau.

Kemudian, Event Tour de Singkarak (TdS) akan berlangsung pada 2-10 November 2019. Tour de Singkarak akan melintasi 16 kabupaten/kota Sumatra Barat dan 2 kabupaten di Jambi. Kompetisi internasional ini terbagi dalam 9 etape.

Sementara itu, penyelenggaraan event Festival Pesona Budaya Minangkabau akan berlangsung di Kabupaten Tanah Datar pada 4-7 Desember 2019. Dalam festival budaya ini, akan ditampilkan antara lain Pawai Budaya, Arakan Jamba, Makan Bajamba, dan Pemecahan Rekor MURI untuk Pagelaran Telepong Pacik Terbanyak.

Selain tiga event itu, Sumbar juga resmi meluncurkan 49 event pada tahun ini.

Lihat juga...