Kapolda Jateng: Polisi Harus Beriman dan Berilmu
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, mengatakan, seorang polisi harus memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki ilmu yang menunjang tugas-tugasnya di lapangan.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda kepada para siswa Bintara Polri yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto. Sebanyak 660 siswa akan mengikuti pendidikan selama 7 bulan di SPN Purwokerto hingga bulan Maret 2020 mendatang.

“Kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, dengan melakukan pembenahan internal. Pendidikan di SPN ini setara dengan pendidikan tinggi, dimana siswa yang masuk, merupakan siswa yang sudah menyelesaikan pendidikan menengah ke atas,” terang Kapolda, Selasa (6/8/2019).
Pada kesempatan tersebut, Kapolda memaparkan, filosofi pendidikan dalam Polri yang utama adalah melahirkan polisi yang beriman dan bertakwa, serta memiliki akhlak yang mulia. Hal tersebut sebagai pondasi utama bagi seorang polisi dalam menjalankan tugas.
Selanjutnya, polisi juga dituntut harus memiliki ilmu dan cerdas, serta didukung oleh berbagai ketrampilan, sebagai bekal dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, ilmu pengetahuan seputar kepolisian merupakan dasar dan untuk menerapkan di lapangan, dibutuhkan kecerdasan. Dalam hal ini, profesionalisme seorang polisi harus muncul.
“Dalam praktiknya, tugas polisi adalah memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, bersikap dan perilaku adil, sehingga bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada institusi polri. Filosofi tersebut yang harus ditanamkan sejak awal masuk pendidikan kepada para Bintara Polri ini,” tegasnya.
Jika semua itu sudah terpatri dalam diri para bintara, maka ke depan para bintara ini akan mampu memodernisasi institusi polri. Dan polisi mampu memenuhi harapan masyarakat, sebagai institusi yang mampu memberikan perlindungan, pengayoman dan dapat dipercaya.
Dalam upacara penerimaan Bintara Polri yang berlangsung di Lapangan SPN Purwokerto, sebanyak 660 siswa dilakukan pemotongan rambut. Sehingga untuk bintara laki-laki, semua gundul.