Gubernur DKI: Layanan Air Bersih Berangsur Pulih

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui dengan adanya gangguan listrik berjam-jam sejak kemarin membuat pelayanan PDAM juga ikut terganggu. Namun, Anies memastikan kini pelayanan sudah kembali membaik.

“Untuk pengolahan air minum itu sempat terganggu karena pasokan listriknya tadi pagi juga sempat turun kapasitasnya 70 persen,” ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).

Anies menyebut komunikasi antara perusahaan penyedia air dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus dilakukan. PLN menjamin pasokan listrik untuk Aetra, Palyja, maupun PDAM Jaya.

“Tapi alhamdulillah kita komunikasi terus dengan PLN, sehingga PLN lalu memastikan bahwa pasokan listrik untuk seperti PDAM itu tidak terganggu. Jadi mulai tadi siang, sudah kembali lagi  normal, sudah beroperasi lagi seperti biasa,” kata Anies.

Selain soal layanan air, Anies menyebut tidak ada keluhan berarti di pelayanan publik lainnya, khususnya di bidang pemerintahan.

Semua aduan dianggap telah teratasi. Tak hanya itu, dia menjelaskan, hari ini pun pelayanan publik di kantor-kantor pemerintahan, seperti di kelurahan dan kecamatan tidak mengalami gangguan.

“Kegiatan yang lain untuk pemerintahan semua berjalan dengan baik, jadi tidak ada gangguan per hari ini,” kata Anies.

Meski demikian, Anies mengatakan, pemadaman listrik ini menyebabkan peristiwa kebakaran di wilayahnya meningkat.

“Ada sejumlah kebakaran yang terjadi,” ucapnya.

Sementara, Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PALYJA, Lydia Astriningworo, menyebut  pasokan listrik di Jabodetabek masih belum stabil. Sehingga, pasokan air di wilayah barat Jakarta masih terganggu.

“Operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah barat DKI Jakarta, menginformasikan bahwa penormalan distribusi air bersih tetap diupayakan secara bertahap sambil menunggu pasokan listrik di wilayah Jabodetabek sepenuhnya stabil,” tuturnya melalui pesan singkat yang diterima wartawan.

Saat ini, Palyja masih berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk suplai listrik ke instalasi air. Palyja memohon maaf atas ketidaknyaman pelayanan air kepada konsumen.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi karena kondisi ini. Palyja mengimbau pelanggan untuk menghemat air,” ucap Lydia.

Palyja akan memprioritaskan suplai air kepada rumah sakit dan lainnya. “Selama pasokan air bersih terganggu, Palyja memprioritaskan pengiriman truk tangki air ke beberapa rumah sakit,” ucap Lydia.

Palyja meminta masyarakat untuk sementara waktu berhemat dalam menggunakan air. Palyja kini mengirimkan truk tangki air ke beberapa lokasi prioritas.

“Palyja mengimbau pelanggan untuk menghemat air. Palyja memprioritaskan pengiriman truk tangki air ke rumah sakit, juga rumah susun dan tempat ibadah,” tutupnya.

Lihat juga...