Gempa 7,4 SR Warga Lampung Cari Lokasi Aman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Warga di sejumlah wilayah di Lampung ikut merasakan gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR. Sebagian warga yang merasakan gempa bumi tersebut diantaranya di wilayah Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel).

Ratusan warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Desa Waymuli bahkan sebagian merasakan getaran gempa selama beberapa detik.

Hasran Hadi, sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lamsel saat dikonfirmasi Cendana News, mengaku meski panik warga tetap tenang.

Hasran Hadi, sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lampung Selatan memaparkan kondisi pascagempa di wilayah setempat, Jumat (2/8/2019) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut sebagian warga di huntara merasakan getaran karena sebagian besar huntara dibangun dengan papan dan atap rangka baja. Meski demikian sebagian warga tidak panik dan memilih berkumpul di halaman huntara.

Selain di huntara Waymuli, Hasran Hadi menyebut di sejumlah wilayah sebagian memilih lokasi aman. Seperti terjadi di halaman kantor gubernur Lampung, sejumlah warga memilih berkumpul di area terbuka. Hingga Jumat malam (2/8/2019) sejak gempa terasa pukul 19.03.21, Tagana Lamsel diakuinya sudah berkoordinasi dengan  Tagana di sejumlah wilayah.

“Tagana Lamsel terus memantau informasi peringatan dini tsunami dari BMKG sekaligus mengimbau warga agar tidak panik dengan adanya gempa sekaligus menunggu informasi terkini secara resmi,” terang Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (2/8/2019) malam.

Selain di huntara yang dihuni penyintas tsunami 22 Desember 2018 silam, juga di kantor gubernur Lampung, sejumlah masyarakat pun meninggalkan pantai.

Belum berakhirnya peringatan dini tsunami menurut Hasran Hadi juga membuat warga di pesisir Kalianda, Rajabasa memilih naik ke dataran tinggi Gunung Rajabasa. Sebagian warga yang masih trauma kejadian tsunami enam bulan silam memilih mencari lokasi yang lebih tinggi.

Hasran Hadi juga menyebut telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel dan pihak terkait.

Selain Hasran Hadi, Cendana News menghubungi sejumlah warga yang tinggal di pesisir Kecamatan Rajabasa sebelum BMKG mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 21.35 WIB. Sustari, salah satu warga di pesisir Rajabasa menyebut sebagian warga memilih keluar dari rumah saat gempa terasa.

“Warga tidak panik hanya waspada karena getaran gempa sangat terasa, saya juga hubungi warga di Pulau Sebesi juga waspada,” papar Sustari.

Selain di pesisir Barat Lamsel, Dimas, warga Desa Kelawi mengaku sebagian warga memilih keluar rumah saat gempa terjadi. Sebagian lokasi yang berada di ketinggian membuat warga tidak panik bahkan ia memastikan sejumlah warga memilih tetap beraktivitas.

Sejumlah warga bahkan memilih melanjutkan menghias jalan dengan bendera dan asesoris lain jelang HUT RI ke-74.

Lihat juga...