Dinkes Pessel Gencarkan Penyuluhan Kesehatan
Editor: Koko Triarko
PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, melalui Dinas Kesehatan, menggencarkan penyuluhan kesehatan hingga ke desa-desa, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, dr. Satria Wibawa, mengatakan, dari Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan indikator derajat kesehatan itu.
“Seperti perbaikan akses pelayanan kesehatan ibu, anak, remaja, usia reproduksi dan lanjut usia, serta perbaikan status gizi pada balita, penurunan stunting dan wasting, serta perubahan perbaikan pada akses sanitasi dan air bersih,” katanya, Jumat (30/8/2019).
Menurutnya, derajat kesehatan masyarakat yang membaik, akan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu bangsa. Untuk itu, derajat kesehatan, dan juga tingkat pendidikan serta perekonomian merupakan ukuran tinggi rendahnya IPM suatu bangsa.

“Soal derajat kesehatan ini merupakan salah satu perhatian kita di daerah. Pemda menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, melalui penguatan upaya kesehatan. Program ini merupakan program dari Kementerian Kesehatan,” katanya.
Karena itu, sambungnya, kepada masyrakat perlu menerapkan perilaku hidup sehat, dan hal itu harus dari diri pribadi atau induvidu dan rumah tangga, untuk mencegah berbagai penyakit.
“Sebut saja untuk penyakit yang dapat dicegah, seperti diare, malaria, penyakit jantung dan hipertensi, deman berdarah serta gizi buruk. Penyakit diare dapat dicegah melalui kebiasaan anggota keluarga mencuci tangan pakai sabun, minum air yang telah dimasak dan memanfaatkan sarana kesehatan serta memelihara lingkungan. Malaria dapat dicegah bila pada daerah endemis selalu menggunakan kelambu pada saat tidur,” jelasnya.
Begitu juga untuk penyakit jantung dan hipertensi, yang dapat dicegah bila masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan berolah raga secara teratur, tidak merokok dan menjaga pola makan, salah satunya mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi.
“Kalau soal penyakit lainnya, seperti deman berdarah dapat dicegah melalui 3M (menguras, menutup, mengubur plus membasmi) sarang nyamuk, menghindari gigitan nyamuk dan menciptakan lingkungan sehat bebas dari jentik nyamuk,” ujarnya.
Sementara, gizi buruk akan dapat dideteksi secara dini, bila balita selalu dibawa ke Posyandu setiap bulannya. Dalam hal ini, peran bidan desa sangat penting untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Pesisr Selatan, terus melakukan upaya perbaikan, peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan, hingga memberikan pelayanan kesehatan yang menjadi hak masyarakat.
Melihat data dari Kemenkes, secara nasional, Indonesia memiliki jumlah usia produktif dan angkatan kerja yang sangat besar dan merupakan sasaran berbagai program promotif dan preventif, seperti Program Kesehatan Kerja dan Olah Raga, serta Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, yang semuanya berupaya untuk melakukan intervensi dalam perubahan perilaku.
“Artinya, dari data itu, intervensi untuk menjangkau kelompok usia produktif melalui berbagai tatanan, seperti sekolah dan tempat kerja, baik sektor formal dan informal dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular,” sebutnya.
Ia menegaskan, Pemkab Pesisir Selatan berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mulai dari desa hingga ke pusat keramaian padat penduduk.
Kini, yang tengah berjalan sebagai langkah sosialisai untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, dijalankan melalui program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas)m sesuai Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017, tentang gerakan masyarakat hidup sehat.
“Kami fokus menjalankan program Germas, karena sangat strategis untuk mendorong dan mengajak masyarakat meningkatkan pola hidup sehat,” sebutnya.
Agar bisa terwujud, kata Satria, Germas fokus pada tiga kegiatan penting, yakni melakukan pendataan profil keluarga sehat melalui penjaringan atau pemeriksaan, meningkatkan aktivitas fisik atau pola gaya hidup, seperti berolah raga dan senam, serta meningkatkan konsumsi sayur dan buah melalui peningkatan pemeriksaan masyarakat secara berkala.
“Ini bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menular, kecacatan dan kematian. Di samping mengupayakan meningkatkan layanan dan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.