Solusi Bersihkan Polusi Udara di Jakarta
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Menanggapi kondisi polusi di Jakarta, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto, menyatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kondisi polusi yang terjadi.
Seto menyebutkan sebelum membahas tentang yang harus dilakukan untuk mengurangi polusi, perlu diketahui penyebabnya.
“Bicara polusi harus bicara tentang faktor yang terkait dengannya,” kata Seto saat dihubungi, Rabu (31/7/2019).
Ia menambahkan, yang pertama adalah apa sumber polusinya. Lalu, bagaimana kemampuan atmosfer untuk menampung polusi yang ada.
“Baru bisa ditentukan apa faktor pembersihnya,” ujarnya.
Seto memaparkan bahwa polusi di Jakarta sebagian besar disebabkan oleh kendaraan bermotor.
“Dengan demikian untuk mengurangi polusi bisa dengan mengurangi kendaraan pribadi dan menggalakkan penggunaan angkutan umum,” ucapnya.
Dengan melakukan tindakan tersebut, potensi pengurangan polusi minimal bisa mencapai 40-50 persen.
“Kapasitas atmosfer untuk menampung polusi itu bervariasi sepanjang tahun. Saat musim hujan, terbentuk ruang labil. Sehingga atmosfer memiliki kemampuan tinggi untuk menyerap polutan,” ujar Seto.
Tapi saat musim kemarau, yang terbentuk adalah ruang stabil. Sehingga polutan terjebak di ruangan sempit antara permukaan sampai ke lapisan stabil ini.
Untuk membersihkan polutan ini, bisa menggunakan beberapa hal. Pertama adalah hujan.
” Hujan bisa menjadi faktor pembersih yang kuat. Jadi kita bisa menggunakan teknologi modifikasi cuaca saat musim kemarau, untuk mengubah ruang stabil menjadi ruang labil. Sehingga kapabilitas penyerap polutan di atmosfer jadi banyak,” papar Seto.
Cara lainnya adalah dengan memperbanyak tanaman tinggi di Jakarta, untuk meningkatkan penyerapan karbondioksida.
“Tumbuhan tinggi akan menjadi faktor pembersih. Bukan sekedar tumbuhan lidah buaya, lidah mertua, lidah ponakan dan seterusnya. Tapi tumbuhan yang memiliki kemampuan tinggi menyerap karbon,” ujar Seto sambil tertawa.
Jadi Seto menyarankan agar gedung-gedung tinggi di Jakarta diimbau untuk melakukan penanaman pohon besar di sekitar gedung.
Selain pepohonan tinggi, Seto juga menyarankan agar setiap gedung memiliki air mancur untuk membantu pengurangan polusi.
“Air mancur itu kan bersirkulasi. Saat berputar, air akan bersentuhan dengan udara. Saat itu akan ada penyerapan polutan dari udara. Sehingga akan membantu mengurangi polusi di udara,” pungkasnya.