Siswa di Lamsel Peringati HAN dengan Baca Buku
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pentingnya membaca buku sejak dini, terus digencarkan di TK PGRI dan SDN 1 Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel). Salah satu upaya dilakukan oleh guru sekolah dengan mengajak siswa dan orang tua membaca buku, sembari mengisi waktu istirahat.
Topan Hariyono, kepala sekolah SDN 1 Pasuruan, menyebut, peran orang tua dalam mendampingi siswa agar gemar membaca buku, dilakukan dengan menyiapkan perpustakaan. Juga berkoordinasi dengan pegiat literasi Motor Pustaka, untuk penyiapan berbagai buku bacaan. Kegiatan membaca buku diimbangi dengan pembersihan halaman sekolah, digelar bersamaan dengan Hari Anak Nasional (HAN).
Peringatan HAN yang digelar setiap 23 Juli, sebutnya, diisi dengan berbagai kegiatan. Ia menyebut, HAN menjadi kesempatan untuk menumbuhkan edukasi, karakter, kedekatan emosional siswa, dengan orang tua dan guru. Melalui kegiatan bersifat sederhana, HAN diisi dengan kegiatan berwawasan edukasi dan lingkungan.

“Hari anak nasional yang diperingati hari ini secara khusus kami gelar dengan mengajak siswa mencintai buku, sekaligus mencintai lingkungan,” terang Topan Haryono, saat ditemui Cendana News, Selasa (23/7/2019).
Pada HAN 2019 ini, ia menyebut kegiatan dilakukan dengan membersihkan sampah di area sekolah, merawat tanaman dan menyiram tanaman. Mengajak serta anak-anak dalam mencintai lingkungan merupakan program menghijaukan sekolah. Penghijauan di lingkungan sekolah menjadi salah satu cara untuk menciptakan lingkungan layak anak.
Selain berbagai tanaman bunga, berbagai pohon buah produktif ditanam di lingkungan sekolah. Sejumlah pohon produktif yang ditanam berupa jambu, mangga, sirsak dan lainnya. Selain sebagai peneduh, sejumlah pohon di lingkungan sekolah menjadi lokasi para orang tua mendampingi siswa. Berbagai tumbuhan sengaja ditanam untuk menciptakan sekolah layak dan nyaman bagi anak-anak.
“Konsep sekolah nyaman untuk mendukung tumbuh kembang anak terus kita ciptakan, dengan mengajak peran serta anak dan orang tua,” cetus Topan Haryono.
Selain mengajak siswa mencintai lingkungan dengan merawat pohon, kawasan bebas sampah diterapkan. Sejumlah kotak sampah dari karung, ember dan tempat pembuangan sampah disiapkan di lingkungan sekolah. Selain oleh siswa SD, para siswa TK juga dilibatkan dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Kepala TK PGRI Penengahan, Rumsih, menyebut pada HAN 2019 diisi dengan kegiatan membaca buku bersama. Bekerja sama dengan Motor Pustaka, kegiatan membaca buku bersama orang tua dilakukan untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anak. Didampingi para orang tua, anak-anak membaca buku bergambar yang dibawa Motor Pustaka.
“Hari anak nasional kami isi dengan membaca buku bersama orang tua, yang diharapkan bisa menumbuhkan minat baca anak sejak dini,” beber Rumsih.
Upaya menjadikan TK sebagai tempat nyaman bagi anak, sebutnya, dilakukan dengan berbagai langkah. Siswa yang memasuki masa pertumbuhan dilatih untuk membawa bekal makanan sehat dari rumah.
Membawa bekal makanan sehat dilakukan setiap pekan pertama dan ketiga dalam bulan. Selain itu, cara untuk mengajak siswa untuk membawa masakan dari rumah yang dimasak orang tua.
“Anak-anak memiliki masa pertumbuhan yang harus dijaga, sehingga asupan gizi, juga diperhatikan jangan dibiasakan jajan,” cetusnya.
Sementara itu kegiatan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernasbaku) dilakukan untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini.
Sugeng Hariyono, pegiat literasi Motor Pustaka, menambahkan, pada HAN 2019 diisi dengan kegiatan literasi. Melalui kegiatan Gernasbaku, ia berharap orang tua bisa memiliki kepedulian untuk mendampingi anak membaca buku.
“Anak-anak sejak dini harus didampingi dalam membaca buku, terutama saat ini pengaruh munculnya gawai,” ungkap Sugeng Hariyono.
Menurutnya, membaca buku bisa menjadi momen untuk mengajak siswa mencintai buku. Kerja sama dengan sekolah, dilakukan untuk menghidupkan kembali perpustakaan. Sebab, fungsi perpustakaan memberi fasilitas untuk menyiapkan buku bacaan bermutu. Sementara melalui motor pustaka sebagai bagian dari upaya mendekatkan buku kepada masyarakat. Melalui kegiatan mengunjungi sekolah membawa buku, ia berharap anak-anak sejak dini diajak mencintai buku.