Sebulan Jelang Idul Adha, Peternak Sapi Kebanjiran Order
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Salah satu pusat peternakan penggemukan sapi, Aira Berkah Grup Farm, yang berlokasi di Jalan Rambutan, Kampung Jaha, RT07/11, Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi Jawa Barat, mulai didatangi calon pembeli untuk memesan atau hanya sekadar melihat hewan kurban untuk Idul Adha 1440 H mendatang.
“Pesanan sudah ada tapi yang datang di pusat penggemukan masih banyak yang lihat-lihat. Mungkin masih cari pembanding,” ungkap Sayadi Ugai pemilik pusat penggemukan sapi tersebut kepada Cendana News, Senin (8/7/2019).
Selain sapi, di tempat tersebut diketahui juga melakukan penggemukan atau peternakan kambing. Untuk sapi sudah dipelihara untuk penggemukan di lokasi tersebut sejak delapan hingga sepuluh bulan lalu.
Untuk harga sapi tertinggi, berkisar di bandrol dengan harga Rp32 juta hingga Rp37 juta per ekor. Sedangkan harga terendah mulai dari Rp17,5 juta hingga Rp18 juta.
“Pemberlakuan harga sapi berdasarkan berat daging. Jenis sapi tertinggi adalah Limosin karena beratnya bisa mencapai 650 kilogram,” tegas Ugai.
Dikatakan pusat penggemukan miliknya memiliki berbagai jenis/ras sapi dari berbagai daerah. Seperti sapi Kupang, Bali, Madura dan lainnya. Untuk sapi jenis harga tertinggi selain Limosin, adalah simental, Kupang lalu Brahman.
Menurutnya, semua jenis sapi di tempat tersebut untuk dijadikan hewan kurban di bawah pengawasan langsung dokter hewan dan instansi terkait. Bagi pemesan sapi bisa ditaruh dan tetap dirawat di kandang sebagaimana biasanya.
Sementara untuk hewan kurban seperti kambing, imbuhnya, tersedia ratusan yang diternak sendiri dari yang dibeli di berbagai daerah.
“Tapi sekarang, kandang kambing masih dikosongkan. Nanti jika sudah mendekati lebaran Idul Adha, maka akan diisi kambing,” tukasnya.
Harga kambing sendiri, per ekornya mulai dari harga Rp2 juta hingga Rp5 juta. Tergantung jenis kambing.
Ugai menekuni penggemukan sapi, melanjutkan usaha peternakan orang tuanya. Tetapi dia memilih hanya untuk penggemukan sapi yang dijual menjelang Idul Adha.
“Kalau main pasar, ribet, banyak hutangnya. Terkadang nggak sesuai dengan jasa pemeliharaan. Karena mengikuti pasar tidak menentu. Maka fokus di penggemukan untuk persiapan Idul Adha,” ujarnya.