Kekeringan Landa Ciamis, 1.806 Orang Jadi Korban
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa sawah seluas 1.040 hektare terancam puso (gagal panen) setelah kekeringan melanda wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Para korban yang terdampak kekeringan mencapai 649 Kepala Keluarga (KK) atau 1.806 jiwa di enam Kecamatan sejak awal musim kemarau yang jatuh pada bulan Juni lalu.
Ada pun enam kecamatan tersebut meliputi; Kecamatan Labok, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar, Kecamatan Purwadadi, Kecamatan Pamarican, dan Kecamatan Ciamis.
“Permasalahan yang dihadapi masyarakat ialah sumber air yang jauh dan kurangnya bak penampungan air (water turn). Selain itu akses jalan menuju lokasi juga tidak bisa dijangkau kendaraan karena kecil,” kata Rita Rosita. S, Kepala Bidang Humas BNPB di Jakarta, Jumat (5/7/2019).
Rita mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat sebagai upaya untuk menanggulangi dampak kekeringan tersebut.
“Selama ini, BPBD Kabupaten Ciamis telah mendistribusikan bantuan berupa air bersih sebanyak satu tangki dengan kapasitas 5.000 liter,” ujarnya.
Sementara itu, katanya, hal yang sama juga melanda 12 desa di enam kecamatan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang mengalami kekeringan. Sebanyak 733 KK atau 2.809 jiwa terdampak kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau sejak awal bulan Juni lalu.
“Ada 12 desa di enam kecamatan tersebut di antaranya, Desa Kedungbenda di Kecamatan Kemangkon, Desa Panunggalan dan Desa Tegalpingen di Kecamatan Pengadegan, Desa Tamansari dan Desa Pekiringan di Kecamatan Karangmoncol,” ungkapnya.
Kemudian lanjut Rita, Desa Karangcegak, Karangjengkol, Candiwulan, Candinata di Kecamatan Kutasari, Desa Bandingan di Kecamatan Kejobong, dan dua terakhir adalah Desa Jambudesa dan Desa Karanganyar di Kecamatan Karanganyar.
“Dalam menanggulangi kekeringan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga telah melakukan pendataan dan pendistribusian bantuan air bersih sebanyak 49 tangki atau 245.000 liter selama sembilan hari. Sementara kerugian material hingga hari ini dilaporkan nihil,” sebutnya.