Cuaca Kerap Berubah, Nakhoda Diimbau Waspada

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kapal Motor Penumpang (KMP) Siera, mengalami kesulitan olah gerak saat akan keluar dari dermaga tiga pelabuhan Bakauheni. Manuver olah gerak kapal jenis roll on roll off (Roro) itu sempat terganggu, akibat arus kencang. Imbas arus kencang, KMP Siera yang dalam kondisi normal menggunakan alur keluar, terpaksa memutar ke alur masuk, pada Jumat (5/7/2019) petang. Beruntung, saat manuver kapal berhasil kembali ke alur keluar tanpa menyenggol KMP Caitlyn di dermaga dua.

Kondisi arus kuat perairan yang didominasi alun dan arus kuat mengganggu olah gerak kapal saat akan sandar dan keluar dermaga. Gangguan arus kencang dan gelombang terlihat di sejumlah dermaga dengan aktivitas bongkar muat yang lambat. Sebab, ramdoor atau pintu kapal yang sekaligus menjadi akses keluar kendaraan dari kapal ikut terombang-ambing gelombang. Meski cukup normal, kondisi cuaca perairan di lintas Selat Sunda harus diwaspadai sejumlah nahkoda.

Ferry Hendry Yamyn, petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas IV Bakauheni Lampung -Foto: Henk Widi

Ferry Hendry Yamyn, petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KSOP) Kelas IV Bakauheni, membenarkan cuaca perairan sedang tidak bersahabat. Dominasi arus dan alun kencang di perairan terjadi menjelang sore hingga malam hari. Demi keselamatan pelayaran, KSOP meminta nakhoda waspada saat ada di alur masuk dan keluar pelabuhan.

“Kondisi cuaca kerap berubah, terutama jelang sore menuju malam hari, sehingga harus diwaspadai nakhoda, KSOP terus ikut memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan Ship Traffic Control,” ungkap Ferry Hendry Yamyn, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (5/7/2019) petang.

Selain koordinasi dengan Ship Traffic Control (STC) PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni, pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Kepada seluruh stakeholders, operator kapal terkait pemakai jasa pelayaran, ia juga mengimbau agar selalu memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun maritim. Selain itu, kondisi real di perairan lintas Bakauheni-Merak, harus diwaspadai.

Secara umum, ia memastikan pelayanan jasa pelayaran kapal roro berjalan dengan normal. Selain di lima dermaga reguler, pelayanan juga dilakukan di satu dermaga eksekutif.

Pada kondisi normal, sebanyak 27 hingga 29 kapal dioperasikan melayani pengguna jasa yang akan menyeberang dari Sumatra ke Jawa, dan sebaliknya.

Sesuai data BMKG stasiun Maritim Lampung, Ferry Hendry Yamyn menyebut, kondisi umum perairan pelabuhan Bakauheni berawan tebal. Kondisi jarak pandang (visibility) di wilayah tersebut mencapai 8 kilometer, angin bertiup dari arah Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 2-14 knots. Ketinggian gelombang 0,2 hingga 1,3 Meter. Kondisi tersebut diakui masih cukup aman untuk pelayaran.

Sebaliknya, di perairan pelabuhan Merak kondisi hujan ringan, jarak pandang 7 kilometer. Angin bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan 2-12 knots. Ketinggian gelombang 0,25 hingga 1,2 meter.

Kecepatan angin cukup kencang di wilayah perairan Lampung terjadi di pelabuhan Krui, mencapai 20 knots. Selain itu, ketinggian gelombang 2 hingga 3,5 meter.

Selain kepada nakhoda kapal penumpang, imbauan waspada juga disampaikan kepada nelayan di perairan Selat Sunda. Saat kondisi angin kencang disertai gelombang tinggi, kapal-kapal nelayan kecil diimbau tidak melaut.

“Selain faktor kondisi cuaca menjadi perhatian, kapal-kapal barang dan penumpang harus dilengkapi alat keselamatan selama berlayar,” katanya.

Lihat juga...