BI: Penggerak Ekonomi Masyarakat, UMKM di NTB Harus Terus Didukung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MATARAM — Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Achris Sarwani menyebutkan, selain pertambangan dan pertanian, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu yang menggerakkan perekonomian masyarakat, karena itu agar bisa terus maju harus didukung.

“UMKM menjadi salah satu sektor yang menggerakkan perekonomian masyarakat, karena itu agar bisa terus maju dan modern harus didukung, terutama dari sisi pembinaan SDM, manajemen pemasaran maupun peningkatan kualitas produk agar bisa terus bersaing,” kata Achris di Mataram, Selasa (30/7/2019).
Disebutkan, salah bentuk dukungan, selama 2018, BI NTB telah melakukan berbagai program pengembangan UMKM. Seperti program pengembangan klaster, program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) dan program Wirausaha Perempuan Bank Indonesia (WPBI).
“Program pengembangan klaster yang dilakukan BI NTB terbagi menjadi tiga jenis. Yakni ketahanan pangan yang bertujuan untuk pengendalian inflasi komponen bergejolak” katanya.
Kemudian klaster Local Economic Development (LED) atau pengembangan ekonomi lokal yang bertujuan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah. Terkahir, klaster berbasis pariwisata yang mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Pada program tersebut, BI NTB memberikan bantuan teknis berupa pelatihan, studi banding, penguatan kelembagaan, serta bantuan sarana prasarana.
Ia menyebut, pada 2018, jumlah klaster ketahanan pangan yang dibinanya sebanyak lima klaster, meliputi bawang putih di Lombok Timur; sapi di Sumbawa dan Lombok Utara, cabai di Lombok Timur, dan Padi di Lombok Tengah.
“Sedangkan untuk LED, terdapat dua klaster yang dibina. Gula Aren di Lombok Barat dan Kopi di Sumbawa. Untuk pariwisata, klaster tenun Pringgasela di Lombok Timur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM NTB, Lalu Saswadi mengatakan, guna meningkatkan nilai penjualan produk UMKM, Pemprov NTB terus mendorong masyarakat pelaku usaha untuk mulai banyak melakukan promosi dan transaksi secara online.
Mengingat, selain lebih mudah, promosi dan penjualan melalui online, jangkauannya juga lebih luas, sehingga memungkinkan bisa merambah pasar internasional. Pembeli juga bisa dengan mudah melakukan pembelian tanpa harus datang ke NTB.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM NTB, terdapat lebih dari 644 ribu unit UMKM di NTB, dengan jumlah tenaga kerja yang terserap lebih dari 1,8 juta orang.