SAMARINDA – Guna memastikan higienitas hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur, melakukan pengawasan sekaligus sosialisasi kepada petugas pemotong hewan kurban.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim, Dadang Sudarya, menerangkan tujuan dari sosialisasi tersebut untuk memberikan pengetahuan bagaimana cara memotong daging kurban dengan hukum Islam, dan mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, halal (ASUH).
“Kita inginkan agar para petugas pemotong hewan kurban dapat melaksanakan tugasnya sesuai syariat Islam, khususnya dari segi kehalalannya,” katanya, Senin (29/7/2019).
Menurutnya, sosialisasi juga dilakukan untuk menyempurnakan ibadah kurban, maka semua yang berkaitan dengan kurban, termasuk tata cara menyembelih hewan kurban, harus mengikuti proses yang sesuai dengan hukum Islam.

Selain sosialisasi kepada petugas penyembelih hewan kurban, pihaknya juga melakukan pengawasan pemotongan hewan yang meliputi kesehatan hewan kurban, untuk menjamin hewan bebas dari penyakit zoonosis.
Dadang berharap, petugas nantinya tidak hanya mendapat pengetahuan dan pemahaman yang sama, khususnya tentang proses penyembelihan hewan kurban secara Islami, namun juga dapat menyebarluaskan kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing.
Sementara itu, persediaan hewan kurban untuk Kaltim dipastikan cukup tersedia, meskipun harus mendatangkan dari luar daerah.
“Insyaallah, stok sapi dan kambing untuk warga Kaltim dalam menghadapi Hari Raya Iduladha sudah disiapkan. Bahkan, stok hewan kurban dinilai mampu mencukupi dari prediksi kebutuhan,” ujarnya.
Dadang melanjutkan, dalam pengawasan nanti dinas peternakan akan membentuk tim kesehatan hewan kurban untuk memantau hewan yang datang dari luar daerah. Mengingat beberapa pedagang hewan kurban masih tetap mendatangkan sapi dari luar daerah Kaltim.
“Kita akan membentuk tim kesehatan hewan kurban untuk memantau dan memeriksa kesehatan sapi-sapi yang didatangkan para pedagang dari luar Kaltim. Apakah sapi atau hewan kurban sudah layak atau belum untuk dijadikan hewan kurban,” imbuh Dadang Sudarya.