1.010 Hektare Padi di Kebumen, Puso
Editor: Koko Triarko
KEBUMEN – Kemarau menyebabkan tanaman padi seluas 1.010 hektare di Kabupaten Kebumen, puso. Tanaman yang puso ini usianya antara 1-2 bulan, sehingga masih butuh suplai air yang cukup.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kebumen, Tri Haryono, mengatakan, untuk sawah irigasi selama ini mengandalkan suplai air dari Waduk Sempor dan Waduk Wadaslintang. Waduk Sempor sudah ditutup dan mulai hari ini, Senin (29/7), Wadaslintang juga ditutup.
“Kita mendapat kabar, mulai hari ini Wadaslintang yang berada di Kabupaten Wonosobo juga ditutup. Sehingga untuk sawah irigasi, suplai air makin berkurang,” terangnya, Senin (29/7/2019)
Luas area sawah di Kabupaten Kebumen sendiri mencapai 39.925 hektare, sebagian merupakan sawah tadah hujan dan sebagian sawah irigasi. Selama musim kemarau ini, tanaman padi yang mengalami kekeringan mencapai 4.233 hektare, dan 1.010 hektare di antaranya, puso.

Luasan tanaman padi yang puso, sebagian besar berada di Kecamatan Ayah, mencapai 505 hektare, kemudian Kecamatan Puring seluas 190 hektare, dan Kecamatan Buayan 177 hektare. Sisanya tersebar di tiga kecamatan, yaitu Klirong, Rowokele dan Gombong.
Sementara untuk sawah yang mengalami kekeringan, lanjut Tri Haryono, penyebarannya merata di 26 kecamatan di Kebumen. Hanya saja, luasan kekeringan yang paling banyak berada di Kecamatan Ayah, yaitu mencapai 754 hektare dan Kecamatan Puring seluas 567 hektare.
“Jadi yang paling parah kekeringannya di Kecamatan Ayah, dari 754 hektare sawah yang kekeringan, sebanyak 505 hektare di antaranya sudah puso. Padi yang puso ini sebenarnya yang petani terlambat menanam, kalau yang tepat waktu, sekarang sebagian sudah mau masuk panen,” jelasnya.
Terkait penutupan Waduk Wadaslintang, tentu akan makin memperparah krisis air di area sawah. Terlebih saat ini, sudah lama tidak turun hujan. Salah satu cara mengatasi kekeringan yang ditempuh adalah dengan distribusi pompa air.
Namun, pemakaian pompa air juga mengalami kendala jika sumber air atau sungai yang berada di dekat area sawah juga kering. Atau letak sumber air terlalu jauh dari area persawahan, sehingga tidak terjangkau oleh pompa air.