Pemko Padang Siapkan Rp8,8 Miliar Tangani Banjir di Rawang
Editor: Koko Triarko
PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, menganggarkan dana sebesar Rp8,8 miliar untuk penanganan banjir yang sering terjadi di Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan dana sebesar Rp8,8 miliar itu digunakan untuk perbaikan drainase, pembangunan jembatan, trotoar, dan melakukan peninggian jalan. Objek perbaikan itu, dinilai merupakan penyebab terjadinya banjir selama ini di daerah tersebut.
Mahyeldi mengaku, penganggaran dana sebesar Rp8,8 miliar itu, merupakan masukan dan harapan dari masyarakat di Rawang yang selama ini selalu dilanda banjir di saat hujan turun dengan intensitas sedang – lebat.

Bahkan, dapat dipastikan bila lagi musim hujan, maka daerah tersebut direndam banjir dengan ketinggian yang bisa mencapai nyaris 2 meter.
“Masyarakat sudah meminta adanya penanganan banjir ini, dulu belum bisa dibantu karena belum ada dana. Jadi memang banjir yang menjadi problem warga Jondul dan sekitarnya. Lalu perbaikan drainase, pembangunan jembatan, menambah ketinggian jalan,” katanya, Sabtu (22/06/2019).
Sementara untuk lebih meratanya penanganan yang dilakukan, pada 2020 Pemko Padang didukung Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V, akan mencoba meminimalisir sejumlah titik banjir dengan memasang pompa air. Untuk pompa air itu diletakan di salah satu titik yang berada di Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan.
“Ada tujuh titik daerah banjir yang akan kita pasang pompa. Dan, sampai saat ini kita sedang mencarikan anggarannya. Apakah nanti dari pusat atau dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” papar Mahyeldi.
Ia pun berharap, berbagai pembangunan di Kecamatan Padang Selatan juga dapat didukung masyarakat. Seperti selama pengerjaan dilakukan nantinya, tentu akan terjadi gangguan lalu lintas. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi yang demikian.
“Jangan sampai nanti kami mendengar adanya masalah yang membuat lambatnya pembangunan di sini. Maka itu kepada tokoh masyarakat, ketua RT/RW dan LPM, mari ajak masyarakat untuk dapat mendukung setiap pembangunan yang dilakukan,” kata Wako Mahyeldi.
Salah seorang warga setempat, Bobi, mengatakan, hampir mencapai seabad kondisi Rawang terutama di Jondul dilanda banjir. Musim hujan menjadi momok yang menakutkan masyarakat, karena dengan cepat air cepat menggenangi jalan hingga ke rumah, akibat buruknya drainase.
Ia mengaku memang telah sering dan bahkan nyinyir menyampaikannya ke Pemko Padang, terkait persoalan tersebut. Dari keseringan melapor, alasan dulu Pemko Padang belum bisa meresposn laporan tentang perlu adanya perbaikan lingkungan, kawasan banjir terbilang kecil.
“Memang tidak disebutkan secara jelas, bahwa hanya sedikit penduduk yang tinggal, jadi belum menjadi prioritas untuk segera ditangani. Namun seiring waktu berjalan, dampak banjir di Jondul meluas dan makin parahnya pernah sampai ke atap rumah penduduk,” ucapnya.
Untuk itu, kini dengan telah adanya perhatian Pemko Padang terhadap Jondul, khususnya, Bobi selaku warga setempat berharap pengerjaan yang hendak dilakukan itu, benar-benar pengerjaan yang diimpikan masyarakat, yakni dapat menyelesaikan persoalan banjir.
“Di kawasan sini sebenarnya daerah sungai jauh lagi, tapi parit atau sungai sungai kecil, ada. Nah dari parit itulah semua tumpuan air mengalir. Bila hujan turun, tidak tertampung oleh parit itu, terjadilah luapan air dan menyebabkan banjir,” jelasnya.
Bobi juga berharap kepada Pemko Padang, selama melakukan perbaikan drainase, tidak hanya sekadar memperlebar kanalnya, tetapi juga dapat mengeruk sendimen yang merupakan sampah. Karena buruknya aliran air, akibat tebalnya sendimen di dasar parit.
“Ya, saya sudah lihat langsung kondisi paritnya, sendimen perlu diangkut dan dikeruk. Kalau masyarakat tidak bisa melakukan hal itu, karena butuh alat untuk mengeruknya. Sementara pemerintah punya alatnya. Jadi, ketika penanganan dilakukan, yang lainnya pun ikut diperbaiki,” sebutnya.