Investigasi Kapal Kandas Usai KMP Mutiara Persada II Sandar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Usai KMP Mutiara Persada II berhasil direposisi pada pukul 10.05 WIB usai kandas, kapal tersebut disandarkan di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni.

Proses sandar kapal tersebut sempat dibantu oleh tugboat Merak untuk memperlancar olah gerak kapal. Tepat sekitar pukul 13.03 WIB kapal dengan dominasi warna biru dan garis putih membuka pintu kapal (ramdoor).

Proses sandar kapal yang sukses disambut histeris penumpang KMP Mutiara Persada di depan pintu kapal. Sejumlah penumpang yang merupakan pengemudi kendaraan langsung menuju ke dek kendaraan.

Sebagian pengemudi kendaraan yang bertahan di kapal diantaranya mobil ELF bernomor polisi B 7115 KOA, mobil avanza B 8165 TU keluar disusul bus, mobil pribadi dan roda dua. Petugas langsung mengarahkan kendaraan yang ada di dalam kapal ke area dermaga tiga.

Iwan Syahrial, kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Bakauheni menyebut, proses reposisi dilakukan saat pasang tertinggi. Pada proses reposisi ia memastikan menunggu air pasang tertinggi agar penarikan dengan tugboat bisa dilakukan.

Iwan Syahrial, Kepala KSOP Kelas V Bakauheni Lampung saat proses sandar KMP Mutiara Persada II di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni – Foto: Henk Widi

Sebab akibat cuaca tidak bersahabat, kapal tersebut kandas pada batu karang. Beruntung waktu tepat saat pasang air laut bisa dipakai untuk reposisi kapal kandas.

“Tahap pertama penanganan penumpang yang dievakuasi sudah dilakukan dan ditangani oleh perusahaan pelayaran. Tahap selanjutnya kendaraan yang masih berada di atas kapal dikeluarkan setelah reposisi berhasil dilakukan,” ungkap Iwan Syahrial saat dikonfirmasi Cendana News di gangway dermaga tiga pelabuhan Bakauheni, Sabtu (8/6/2019).

Berdasarkan data jumlah kendaraan yang ada di dalam KMP Mutiara Persada II sekitar 54 unit kendaraan campuran. Sejumlah penumpang kendaraan bus antar kota antar provinsi (AKAP), kendaraan pribadi langsung menuju ke kapal untuk membawa barang yang sempat dibawa ke lokasi ruang tunggu pelabuhan Bakauheni.

Kendaraan yang sudah dikeluarkan langsung didata oleh petugas kapal untuk menyesuaikan manifest kendaraan di atas kapal kandas tersebut.

Sesuai dengan pemeriksaan awal saat kapal kandas, bagian haluan kanan dan lambung kanan menabrak karang di alur masuk dekat pulau Rimau Balak. Sesudah proses reposisi, mengeluarkan kendaraan dari kapal, KMP Mutiara Persada akan dikeluarkan dari jadwal pelayaran.

Proses anker kapal tersebut menurutnya sekaligus untuk melakukan investigasi terkait insiden yang terjadi pada angkutan lebaran 1440 H/2019 tersebut.

“Petugas dari biro klasifikasi kapal akan melakukan underwater survey agar diketahui kondisi bagian bawah kapal yang terkena karang,” beber Iwan Syahrial.

Kapal yang mengalami kandas tersebut dipastikan tidak akan melayani arus balik lebaran karena harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebagian penumpang kapal yang merupakan penumpang pejalan kaki sebagian memilih langsung melanjutkan perjalanan.

Sementara sebagian penumpang kapal yang memiliki kendaraan pribadi langsung dikumpulkan di area parkir dermaga tiga.

Imbas proses mengeluarkan kendaraan dari KMP Mutiara Persada II di dermaga tiga, sejumlah calon penumpang di dermaga dua harus menunggu selama dua jam.

Calon pemudik bernama Zahra asal Palembang mengaku harus menunggu di gangway karena dermaga tiga digunakan untuk sandar KMP Mutiara Persada. Sesuai jadwal calon penumpang pejalan kaki di gangway akan naik ke KMP Dharma Rucitra.

Lihat juga...