Usaha Jasa Perbaikan HP di Jember Raup Berkah Ramadan
Editor: Koko Triarko
Jember – Berkah datangnya bulan Ramadan tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha kuliner. Penyedia jasa service handphone juga merasakan limpahan berkah di bulan suci bagi umat Islam tersebut.
Adalah Sugianto, pemilik bengkel seluler di kompleks pertokoan Yonif Armed Jember, jalan Letjen Soeprapto, kebanjiran pelanggan yang ingin memperbaiki telepon selulernya.
“Lumayan di awal puasa ramai servisan,” kata Sugianto, yang biasa disapa Sugi, mengawali perbincangan dengan Cendana News, Selasa (7/5/2019).
Tingginya animo pelanggan untuk menggunakan jasa servis, tak lepas dari kondisi keuangan yang belum memungkinkan untuk ganti handphone baru.
“Rata-rata mereka mengaku belum cukup uang untuk beli HP baru. Ada juga yang bilang enggan ganti HP, karena sudah terlanjur cocok dengan HP yang dimiliki saat ini,” ungkapnya.
Sugi yang juga penyandang disabilitas daksa tersebut, secara profesional telah menggeluti jasa servis HP selama tujuh tahun mengakui, berkah bulan puasa memang terlihat pada antrean yang menumpuk dari hari pertama Ramadan hingga saat ini, yakni sebanyak 13 HP rusak yang diterima dari pelanggan.
“Kalau hari biasa, sehari kadang satu atau dua servisan masuk, ini dari kemarin ada 13 HP yang masuk,” ungkapnya, penuh semangat.
Segala jenis kerusakan HP bisa dilayani dengan baik oleh Sugi, durasi waktu perbaikan juga menyesuaikan tingkat kerusakan dan kesulitan dalam proses perbaikan HP.
“Ada yang bisa ditunggu, satu-dua jam selesai. Ada yang sampai empat hari selesai, biasanya yang lama ini kebanyakan terbatasnya sparepart,” tuturnya.
Di bengkel berukuran 3 x 3 meter tersebut, Sugi bersikap profesional dalam melayani pelanggan, baik dari segi layanan maupun tarif.
“Sebelum saya bongkar HP-nya, saya selalu kasih tahu tingkat kerusakan, sparepart, durasi penyelesaian hingga tarifnya. Sehingga pelanggan tidak kecewa di belakang hari,” jelasnya.
Tingkat kesulitan yang sering dialami Sugi didominasi ketersediaan sparepart yang terbatas, sehingga mau tidak mau juga menjadi problem tersendiri, untuk memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada calon pelanggan, sebelum menggunakan jasanya.
“Ini yang kadang membuat saya kesulitan untuk menentukan kapan selesainya. Biasanya saya minta waktu antara empat hingga tujuh hari,” ujarnya.
Jika masih belum mampu dipecahkan, biasanya dipecahkan di komunitas KTPJ (Komunitas Teknisi Phonsel Jember). “Di sana kita saling berbagi ilmu,” sambungnya.
Tarif yang dikenakan kepada pengguna jasanya, Sugi mengakui masih relatif umum dan tidak terlalu mahal.
“Untuk ganti ic emmc Rp300-450 ribu, tergantung merek jenis HP, serta RAM-nya. Sedangkan untuk mati total Rp150 ribu, ganti ic power, IC charger Rp100 ribu, dan konektor charger + batrey Rp 50-75 ribu,” pungkasnya.