Stok Sembako di Purbalingga, Aman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, stok kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) berupa sembako seperti beras, gula, minyak goreng dan lainnya masih tergolong aman di Kabupaten Purbalingga.

Stok beras masih mencapai 150.000 kilogram lebih dan masih cukup hingga lebaran.

Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin, mengatakan, stok beras masih sangat mencukupi.

Beras tersebut berada di beberapa suplaier, seperti di salah satu suplaier yang berada di Kecamatan Bukateja, memiliki stok beras hingga 106.000 kilogram, kemudian beberapa suplaier lainnya rata-rata memiliki stok antara 5.000 hingga 15.000 kilogram.

Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin pada acara pasar murah di Purbalingga, Rabu (15/5/2019). Foto: Hermiana E. Effendi

“Stok beras ini menyebar dan merata pada beberapa suplaier di kecamatan-kecamatan, seperti Kecamatan Bukateja, Kecamatan Padamara, Kecamatan Bobotsari dan lainnya, sehingga stok beras relatif aman,” terangnya, Rabu (15/5/2019).

Selain beras, kebutuhan lainnya seperti gula, minyak goreng, serta aneka bumbu dan sayuran masih tersedia dan harganya masih relatif stabil. Hanya beberapa bumbu dapur seperti cabai, bawang merah dan bawang putih yang harganya fluktuatif.

Seperti cabai merah besar, harganya justru turun Rp 1.000, dari harga semula Rp 22.000 menjadi Rp 21.000 per kilogram.

Kemudian harga cabai rawit dari Rp 15.500 per kilogram, turun Rp 1.500 menjadi Rp 14.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dari Rp 20.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, atau terjadi penurunan hingga Rp 5.000.

“Jadi tidak semua harga naik, beberapa justru turun. Seperti harga bawang putih kating yang sempat sangat tinggi, sekarang terus turun. Saat ini harga bawang putih hanya Rp 45.000 per kilogram. Sebaliknya, harga bawang merah yang sekarang naik, dari Rp 28.500 per kilogram menjadi Rp 30.000,” kata Johan.

Sementara itu, untuk stok elpiji subsidi 3 kilogram, selama bulan Ramadan ini ada peningkatan. Jika sebelum puasa kuota harian untuk elpiji subsidi ini sebanyak 23.022 tabung, sejak puasa kuotanya naik menjadi 26.216 tabung.

Tabung elpiji 5 ,5 kilogram yang semula kuotanya 350 tabung, naik menjadi 500 tabung atau ada kenaikan sebanyak 150 tabung dan elpiji 12 kilogram yang semula 400 tabung ditambah menjadi 450, sehingga ada naik sebanyak 50 tabung.

Guna mengantisipasi kenaikan harga kepokmas selama Ramadan, Disperindag Purbalingga juga terus menggelar pasar murah pada 6 kecamatan.

 

Lihat juga...