SUKABUMI – Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Sub Divre) Cianjur, memastikan ketersediaan beras yang berada di Gudang Depot Logistik Sukabumi mencukupi untuk warga Kota/Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, hingga tiga bulan ke depan atau hingga Agustus.
“Masyarakat tidak perlu khawatir persediaan beras selama Ramadan 1440 Hijriah dijamin mencukupi, bahkan aman hingga tiga bulan ke depan,” kata Wakil Kepala Perum Bulog Sub Divre Cianjur, Desi Asmiati, di Sukabumi, Minggu (12/5/2019).
Di Gudang Dolog yang berada di Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, persediaan beras mencapai 2.600 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah tersebut
Menurutnya, selama bulan suci Ramadan, harga beras untuk jenis premium dan medium masih stabil atau tidak ada kenaikan. Ada pun harganya untuk beras premium Rp10 ribu per kg dan beras medium Rp8.700 hingga Rp9 ribu per kg.
Bahkan, stabilnya harga beras ini karena hampir sepanjang tahun daerah penghasil beras seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan lainnya selalu saja ada yang panen, sehingga pasokan lancar dan persediaan beras mencukupi.
“Jika ada lonjakan permintaan apalagi sampai harga meroket, kami akan langsung distribusikan cadangan beras tersebut ke pasaran untuk mengembalikan harga agar stabil. Namun kami yakin, di wilayah Kota/Kabupaten Sukabumi dan Cianjur harga beras tetap stabil,” tambahnya.
Dewi mengatakan, pihaknya tidak hanya menyediakan beras saja, tetapi juga daging beku segar dengan harga terjangkau, yakni Rp80 ribu per kg. Diperkirakan, lonjakan permintaan kebutuhan pokok masyarakat akan terjadi mendekati Lebaran atau mulai H-7 Idul Fitri.
Tentunya untuk menekan dan mestabilkan harga, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah dan Satgas Pangan setempat, untuk mengetahui setiap fluktuasi harga dan persediaan barang di pasaran.
Untuk mempermudah warga berbelanja kebutuhannya, Perum Bulog memiliki program Rumah Pangan Kita yang berkolaborasi dengan warung di pemukiman masyarakat. Program ini tujuannya untuk membantu masyarakat dalam membeli komoditas pangan dengan harga terjangkau atau lebih murah dibandingkan di pasar. (Ant)