Sambut Tradisi Bersih Diri, Sejumlah Pantai di Lampung Dibenahi

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Jelang bulan suci Ramadan, sejumlah objek wisata pantai di Lampung mulai melakukan pembenahan.

Pantai Mutiara Baru salah satunya, satu objek wisata bahari di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur (Lamtim) mulai berbenah.

Didit Widyanto, seksi pengembangan pantai Mutiara Baru menyebut sesuai tradisi sehari sebelum Ramadan warga kerap menggelar bersih diri.

Didit Widyanto, seksi pengembangan objek wisata Pantai Mutiara Baru, Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur – Foto: Henk Widi

Warga di wilayah tersebut kerap menyebut tradisi bersih diri kerap disebut dengan Ngelop, Punggahan serta Mucuk. Sesuai tradisi tahun sebelumnya, kegiatan bersih diri akan dilakukan sehari setelah pengumuman dari pemerintah terkait penetapan awal bulan Ramadan.

Pada tahun ini Didit menyebut sesuai prediksi bulan suci Ramadan 2019 (1440 H) akan jatuh pada Senin, 6 Mei.

Meski belum ditetapkan namun objek wisata bahari diakuinya telah melakukan persiapan menyambut pengunjung.

Didit menyebut kegiatan pembersihan pantai dilakukan bekerjasama dengan SMK Taruna Nusantara Melinting dan dewan guru. Kegiatan pembersihan pantai dilanjutkan dengan aksi penanaman ratusan bibit mangrove.

Melalui pembersihan pantai dan penanaman mangrove kegiatan tersebut bisa menjadi pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Pada hari biasa sebelum hari libur pengelola pantai Mutiara Baru secara rutin melakukan pembersihan area pantai sekaligus melakukan penataan lokasi wisata, penanaman mangrove serta persiapan untuk tradisi bersih diri jelang Ramadan,” terang Didit Widyanto saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (4/5/2019).

Pantai Mutiara Baru disebut Didit juga kerap dipergunakan untuk kegiatan umat Hindu membersihkan diri yang dikenal dengan Melasti. Kegiatan tersebut kerap dilakukan sebelum perayaan Nyepi.

Sementara menjelang bulan suci Ramadan kegiatan mandi di laut masih kerap dilakukan warga. Beberapa bagian pantai Mutiara Baru diakuinya mulai dibersihkan sehingga pengunjung bisa menikmati suasana pantai tersebut.

Bagi yang akan melakukan tradisi ngelop, pantai sepanjang lebih kurang 2 kilometer tersebut bisa menampung ribuan pengunjung.

Selain di pantai Mutiara Baru, kegiatan pembersihan pantai untuk menyambut tradisi ngelop dilakukan di pantai Belebuk. Pantai di pesisir Desa Totoharjo, kecamatan Bakauheni tersebut mulai dibenahi semenjak sepekan sebelum puasa.

Rahmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau mengungkapkan, pembenahan dilakukan dengan membersihkan sampah, menata sejumlah tempat duduk serta perbaikan akses jalan.

Rahmat, Ketua Pokdarwis Ragom Helau, pengelola pantai Belebuk di Bakauheni – Foto: Henk Widi

Kerusakan akibat tsunami 22 Desember 2018 silam diakui Rahmat masih belum memulihkan kondisi pantai Belebuk. Saat tahun baru prediksi kunjungan wisata tidak tercapai akibat kerusakan pantai.

Penataan kembali dilakukan oleh masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata dan pengelola pokdarwis. Musim gelombang tinggi dan angin kencang membuat sampah berbagai jenis terdampar di pantai Belebuk.

“Harapan pengelola jelang bulan Ramadan masyarakat yang akan menggelar tradisi ngelop lebih nyaman setelah pantai dibenahi, ”cetus Rahmat.

Tradisi ngelop atau membersihkan diri jelang Ramadan menurut Rahmat kerap menjadikan pantai Belebuk sebagai lokasi favorit. Selain melakukan kegiatan bersih diri sembari menikmati suasana pantai Belebuk, warga kerap menggelar bancakan.

Bancakan merupakan kegiatan makan bersama sebelum memasuki bulan Ramadan. Kerap dilakukan oleh keluarga dengan melakukan kegiatan membakar ikan serta daging ayam dan dimakan bersama di pantai.

Pantai Belebuk Karang Indah, Desa Totoharjo mulai dibenahi jelang tradisi ngelop – Foto: Henk Widi

Salah satu keluarga asal Kalianda, Erlangga, mengaku memilih melakukan kegiatan ngelop pada Sabtu (4/5). Sebab meski belum ditentukan awal Ramadan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, saat akhir pekan ia bisa berkumpul dengan keluarga.

Keluarga yang tiba dari kabupaten Pesawaran disebutnya berkesempatan berkunjung ke pantai di Kalianda sebelum kembali.

Selain melakukan kegiatan mandi di pantai, kegiatan ngelop diisi dengan makan bersama menikmati suasana pantai.

Lihat juga...